5 Superbenua di Masa Lalu

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Paling umum, para “paleogeographers” mengistilahkan  superbenua untuk merujuk kepada suatu daratan tunggal yang terdiri dari semua benua modern. Dalam ilmu geologi, superbenua adalah suatu daratan yang terdiri dari lebih dari satu inti benua, atau Kraton. Penyatuan Kraton dan Terranes akan membentuk Superbenua baru Eurasia. Superbenua baru yang sekarang kita kenal antara lain; Afro-Eurasia, Amerika, Eurasia dan Oceania. Berikut ini merupakan 5 Superbenua di masa lalu yang membentuk Superbenua modern sekarang:

 

1. Gondwana (~600 — ~30 juta tahun lalu)

Gondwana adalah benua raksasa di belahan bumi selatan yang merupakan daratan luas yang terbentuk dari massa daratan benua Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Australia, pulau Irian, Selandia Baru, Kaledonia Baru, India dan Madagaskar pada masa kini. (benua raksasa lainnya, Laurasia, yang berada pada belahan bumi utara, merupakan daratan luas yang terbentuk dari massa daratan benua Asia, Eropa dan Amerika Utara pada masa kini).

 

illustrasi keadaan saat itu (Sumber: taos-telecommunity.org)

 

Gondwana (~600 — ~30 juta tahun lalu) (Sumber: withfriendship)

 

Walaupun Gondwana terletak pada wilayah Antartika pada masa kini, namun iklimnya pada masa tersebut lebih hangat dengan banyak macam varietas flora dan fauna selama jutaan tahun. Hal itu dimungkinkan karena pada masa Mesozoik, iklim rata-rata dunia pada masa tersebut lebih hangat dibanding sekarang. Supercontinent mulai terpecah pecah pada masa Jura (Jurassic) (sekitar 160 juta tahun yang lampau), diawali dengan benua Afrika terpisah menuju arah utara secara perlahan. Kemudian blok daratan besar, yang saat ini dikenal sebagai anak benua India, memisahkan diri dari supercontinent pada masa Kapur (Cretaceous) awal sekitar 125 juta tahun yang lampau. Daratan berikut yang memisahkan diri adalah yang dikenal sekarang sebagai Selandia Baru, pada masa sekitar 80 juta tahun yang lampau; diikuti daratan benua Australia dan pulau Irian bergerak menuju arah utara sekitar 55 juta tahun yang lampau.

 

2. Laurasia (~ 300 — ~60 juta tahun lalu)

Laurasia adalah superkontinen yang terpisah dari Pangæan supercontinent pada masa mesozoik akhir sekitar 200 juta tahun yang lalu. Laurasia merupakan dataran dibelahan utara bumi yang terdiri dari Eurasia (benua Asia dan Eropa) dan Amerika Utara. Dataran superkontinen pecahan dari Pangæan supercontinent dibelahan selatan bumi pada masa itu disebut sebagai Gondwana.

 

Laurasia (Sumber: panda.org)

 

3. Pangea (~300 — ~180 juta tahun lalu)

Pangea atau Pangaea (dalam bahasa Yunani Kuno, pan berarti “keseluruhan, seluruh” dan gaia berarti “bumi”) adalah benua raksasa pada zaman Paleozoikum dan Mesozoikum kira-kira 250 juta tahun yang lalu. Benua raksasa ini akhirnya terpecah menjadi beberapa potong benua atau lempeng yang selanjutnya menyebar ke seluruh permukaan bumi.

 

Pangea (sumber: paleoportal.org)

 

4. Rodinia (~1.1 — ~750 juta tahun lalu)

Rodinia adalah superbenua tertua yang jejak geologinya masih bisa dilacak oleh para ahli geologi. Superkontinen ini jauh lebih tua daripada Pangea, tetapi masih lebih muda daripada superbenua Columbia (1800-1500 juta tahun) dan Vaalbara (3600 juta tahun). Walaupun lebih muda, Rodinia dipercayai bukan hanya sebuah hipotesis lagi, tetapi betul-betul pernah ada.

 

Rodinia (Sumbr: washington.edu)

 

Nama Rodinia sendiri dipopulerkan oleh Dalziel (1991), Moores (1991) dan Hoffman (1991). Rodinia adalah kata dalam bahasa Rusia yang berarti “motherland” (tanah ibu/leluhur). Konon, Rodinia mulai terbentuk sekitar 1400 juta tahun yang lalu (Ma), pada saat 3 sampai 4 benua mulai menyatu. Konon lagi, pada sekitar 1000 Ma Rodinia ini sudah jelas terkonsolidasi, yang ditunjukkan oleh pembentukan sebuah rangkaian pegunungan. Para ahli menyebut proses pembentukan rangkaian pegunungan itu dengan nama Grenville Orogeny.

 

5. Kenorland (~2.7 Ga – ~2.1 Ga.)

Kenorland (~2.7 Ga tahun lalu, Neoarchean sanukitoid cratons dan kerak benua baru membentuk Kenorland. Gempa magma tektonik yang berkepanjangan terjadi pada 2.48 to 2.45 Ga dan mengakibatkan Peristiwa gletser Paleoproterozoic yang terjadi pada 2.45 sampai 2.22 Ga. Pembentukan terakhir terjadi pada ~2.1 Ga.) (**)

 

ilustrasi (Sumber: nerodeviltrigger.blogspot)

 

(Sumber: wimssite.nl)

 

Catatan :

Pada Astronomi, Geologi, dan paleontologi, istilah Gya (untuk giga- tahun lalu) sering digunakan sebagai satuan dari waktu untuk menunjukkan panjang waktu sebelum sekarang. Secara spesifik, 1 Gya sama dengan 109 tahun lalu.

 

Sumber: berbagai sumber, diolah, 2011

 

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com