5 Wisata Air Terjun di Garut

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Kabupaten Garut memang sedang menggeliat menjadi salah satu tujuan wisata potensial di Jawa Barat. Panoramanya yang indah, menawarkan banyak wisatawan untuk sekedar berkunjung atau menghabiskan waktu luangnya di kota penghasil dodol ini. Salah satunya, dapat Anda temukan dengan menikmati keindahan 5 wisata air terjun di Garut. Berikut uraiannya:

 

1. Curug Citiis, Kab. Garut

Curug Citiis terletak di dengan luas   30 m2 dan berada pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Konfigurasi umum lahan pada umumnya berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang agak curam, dan stabilitas tanah yang sedang. Penyinaran matahari rata-rata di kawasan ini dapat dibilang sedang karena masih terdapat banyak pohon yang rindang. Pada musim kemarau debit air Curug Citiis berkurang. Kualitas lingkungan cukup baik dengan tingkat sanitasi yang baik dan bentang alam yang cukup indah.

 

Curug Citiis (sumber: blogspot.com)

 

Sumber air curug berasal dari Gunung Guntur yang mempunyai dua buah mata air, yaitu mata air panas yang mengalir ke daerah Cipanas, dan mata air dingin yang mengalir ke aliran curug Citiis. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain hiking, trekking, menikmati pemandangan, camping dan fotografi.
Konon curug ini merupakan tempat bertemunya para raja dari seluruh pulau Jawa. Nama Curug Citiis ini sendiri berasal dari kata citiis yang berarti air dingin karena menurut penduduk sekitar suhu air dari air terjun ini paling dingin sewilayah Garut.

 

2. Curug Neglasari, Kab. Garut

Panorama keindahan Curug Neglasari ini terletak pada lokasi, perkebunan teh serta udara yang sejuk. Dari arah Garut kurang lebih menghabiskan waktu 2,5 jam, ketika memasuki daerah Neglasari setelah melewati Gunung Gelap. Gunung Gelap sendiri adalah hutan yang masih alami walaupun sudah ada banyak daerah-daerah pemukiman tetapi sangat lebat pepohonannya. Berjalan kaki sejauh 1 km dari jalan utama, menuju obyek wisata Curug Neglasari melewati perkebunan teh dengan udara yang sejuk. Panoramanya indah sekali, dengan hamparan perkebunan teh yang hijau. Daya tarik Curug Neglasari ada pada air terjun dengan yang jatuh dengan ketinggian yang berbeda-beda.

 

Curug Neglasari (Sumber: jabarprov.go.id)

 

3. Curug Sanghyang Taraje, Kab. Garut

Asal mula air terjun ini disebut Sanghiyang Taraje karena pada jaman dahulu air terjun ini digunakan oleh Sangkuriang untuk naik ke langit mengambil bintang atas permintaan Dayang Sumbi. Di dekat air terjun ini juga terdapat sebuah batu berbentuk tapak raksasa yang konon itu adalah tapak Sangkuriang tetapi jarang sekali orang yang dapat menemuinya. Sedangkan batu yang ada di bawah tepat air terjun menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai tempat penyimpanan bintang (harta karun) Sangkuriang tetapi konon tempat itu dijaga oleh belut raksasa, dan seringkali dilihat oleh masyarakat.

 

Curug Sanghyang Taraje (Sumber: wordpress.com,uniknya.com)

Kawasan air tejun ini dikelola oleh pihak Perhutani. Adapun masyarakat yang kemudian mencoba untuk mengelola kawasan ini namun hanya pada saat hari raya dan libur nasional.
Luas kawasan air terjun ini 500 m2, tinggi air terjun ini 100 m. Pada saat musim kemarau debit airnya agak mengecil namun airnya menjadi sangat jernih, sedangkan pada saat musim hujan debit airnya menjadi agak besar namun warna airnya menjadi agak keruh.

 

4. Curug Orok. Kab. Garut

Asal mula air terjun ini dinamakan Curug Orok karena menurut cerita masyarakat setempat pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun, sehingga air terjun tersebut dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari bentuknya curug ini mempunyai 2 curug, dimana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil melambangkan bayi tersebut. Curug orok dengan ketinggian 45 M ini sudah menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) sejak 21 April 1996. Curug Orok merupakan jenis ODTW alam yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara dan dimiliki oleh PT. Perkebunan Papandayan.

 

Curug Orok (sumber: wordpress.com,uniknya.com)

 

Curug Orok sendiri berada di ketinggian 250 M diatas permukaan laut dengan konfigurasi umum lahan berbukit karena letaknya di kaki gunung Papandayan dan tingkat kemiringan lahannya landai dan curam Tingkat stabilitas dan daya serap tanah di kawsan ini baik dan tingkat abrasi yang rendah. Curug Orok memiliki air yang jernih, bau air normal dan temperatur yang dingin. Flora dominan di sekitar Curug Orok adalah pohon pinus, pepaya dan tumbuhan liar lainnya. Sedangkan fauna yang terdapat di kawasan yaitu monyet dan ular. Sumber air bersihnya berasal dari air terjun itu sendiri yang debitnya tidak terbatas dan kualitas airnya yang jernih, rasanya tawar dan baunya normal.

5. Curug Cihanyawar, Kab. Garut

Curug Cihanyawar merupakan daya tarik wisata alam yang berupa air terjun dengan ketinggian 16 m yang berada di ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Sumber air Curug Cihanyawar berasal dari aliran air Gunung Cipadaruun yang berasal dari mata air Cikuray. Curug Cihanyawar berada di dalam kawasan yang dibawahi oleh dua kemilikan, yaitu ; PTP Nusantara VIII dan Masyarakat Desa Sukamurni. Walaupun lokasinya berada di perbatasan antara tanah milik PTP Nusantara VIII dan tanah milik Masyarakat Desa Sukamurni akan tetapi pada aktualnya Curug Cihanyawar masuk ke dalam kawasan milik  PTP Nusantara VIII – Perkebunan Dayeuh Manggung, dan termasuk ke dalam blok perkebunan Cipang yang memilliki luas kawasan sebesar 12,57ha. Untuk Menuju ke lokasi air terjun Cihanyawar terdapat jalan raya yang berupa jalan kecamatan dengan lebar 2,5m yang memiliki kualitas yang cukup baik. (**)

 

Curug Cihanyawar (Sumber: blogspot.com)

 

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id, uniknya.com, Agustus 2011

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com