bannersss


5 Alat Musik Pada Budaya Seni Tionghoa

Oleh : Iqbal Vetra (Kontributor.com)

[UNIKNYA.COM] Musik merupakan refleksi pikiran dan cita rasa masyarakat tentang seni dan keindahan. Musik Tionghoa memiliki keunikan tersendiri dan juga perjalanan sejarah yang panjang dan muncul dalam berbagai varian di Tiongkok yang luas. Musik Tionghoa memiliki sejarah yang panjang. Seruling dengan bahan tulang ditemukan di Henan di masa Neolitikum lebih dari dari 8000 tahun yang lalu, berbagai relik instrumen musik ditemukan menggambarkan kemampuan bermusik pada masyarakat Tiongkok kuno. Di masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing , musik menjadi semakin populer dikalangan rakyat dan berbagai jenis opera berkembang hingga kini. Untuk mengetahui nya, berikut uniknya.com merangkum 5 alat musik pada budaya seni Tionghoa:

 

1. Matouqin

Matouqin atau dalam bahasa mongol dikenal sebagai Morin Khuur adalah alat musik gesek khas Mongolia yang memakai 2 senar, dan telah ada sejak abad kedua-belas. Sesuai dengan namanya, ciri khas Matouqin adalah ukiran kepala kuda pada bagian atas gagangnya, berbeda dengan keluarga Huqin, ekor kuda penggesek tidak ditempatkan diantara kedua senar, cara memainkan Matouqin ini mirip dengan cello. Matouqin adalah alat musik yang sangat penting bagi musik tradisional Mongol, sering pula disebut sebagai “Cello Padang Rumput”.

 

[spoiler]

Matouqin (Sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

2. Erhu

Secara umum, keluarga alat musik gesek ini dikenal juga dengan nama huqin yang berarti “alat musik orang barbar”, dinamakan demikian karena diperkenalkan oleh orang barbar yang berasal dari Asia Tengah. Huqin telah berumur sekitar 500 tahun. Mulai populer pada zaman dinasti Sung (960-1279 AD), yang kemudian berlanjut ke zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1911) dimana dalam kurun waktu tersebut Huqin telah berkembang menjadi bermacam-macam jenis, termasuk yang kita kenal sekarang sebagai erhu.

 

[spoiler]

Erhu(Sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Pada mulanya, erhu menggunakan dua senar yang terbuat dari sutra, tetapi sekarang erhu menggunakan senar dari logam. Erhu biasanya menggunakan membran dari kulit ular Phyton, tetapi ada juga yang menggunakan bahan lain. Kotak suara (soundbox) dapat berbentuk segi enam, segi delapan, atau bulat. Erhu digesek dengan busur yang terbuat dari bambu dan rambut ekor kuda, ekor kuda itu ditempatkkan diantara kedua senar,sehingga memudahkan perpindahan menggesek antara kedua senar. rambut ekor kuda tersebut digosok dengan damar sehingga terasa kesat waktu digesek. Erhu biasa dituning dengan nada d’ – a’ atau c’ – g’.

 

3. Gaouhu

Gaohu adalah alat musik yang paling penting dalam musik tradisional Guangdong, bisa dikatakan bahwa gaohu adalah “jiwa” dari musik Guangdong. Walaupun tidak mutlak, tapi salah satu ciri khas Gaohu adalah ukiran kepala naga pada bagian atas alat musik dan bentuk kotak suara yang bulat. Ada pula Gaohu versi utara yang berbeda dengan Gaohu versi selatan (Guangdong), Gaohu versi utara merupakan modifikasi dari erhu untuk mendapatkan nada suara yang lebih tinggi dari erhu, Gaohu versi utara ini dimainkan seperti erhu. Biasanya bentuk Gaohu utara ini lenih menyerupai erhu dan tidak memakai ukiran kepala naga dibagian atas gagangnya.

Gaohu dimainkan dengan cara dijepit diantara kaki pemainnya. Suara yang dihasilkan dari alat musik ini lebih tinggi dari erhu. Gaohu biasa dituning dengan nada a’ – e’ atau g’ – d’.

 

[spoiler]

Gaouhu (Sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

4. Guzheng

Guzheng atau kecapi Cina termasuk alat musik tradisional Cina yang paling populer. Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara, diatasnya terbentang 21 senar. Di tengah senar tersebut ditempatkan pengganjal yang dapat digeser untuk menaikan atau menurunkan frekuensi nada. Senar-senar tersebut di setel pada nada pentatonis China yang terdiri dari nada : do, re, mi, sol dan la.

Guzheng merupakan salah satu instrument musik tradisional yang sudah popular di Zaman Dynasti Qin (206 SM).  Pada zaman tersebut di Tiongkok, kebanyakan kaum cendekiawan dan biarawan dapat memainkan alat musik ini yang mana dapat membantu proses meditasi pribadi, pensucian dan penyempurnaan diri, peleburan dengan alam semesta, dan juga sebagai sarana penyambung komunikasi antar sahabat. Di masa kini, Guzheng sudah berkembang pesat menjadi alat musik yang bukan hanya bisa memainkan musik klasik tradisional, tapi juga musik modern dan bebas berkolaborasi dengan alat musik manapun misalnya piano, biola, gitar, harpa, angklung, dan lain-lain. Cara memainkan Guzheng adalah dengan memetik senar. Dalam hal ini, kepekaan jiwa, kelembutan perasaan, dan penguasaan teknik yang mengalir ke tangan kanan dan kiri adalah penting dan saling berhubungan, seperti kutipan dari Prof.Tran Van Khe : “Jemari tangan kanan melahirkan suara, akan tetapi jemari tangan kiri memberikan jiwa ke lagu yang dimainkan.” sehingga akan terjadi keselarasan antara otak kiri dan kanan.

 

[spoiler]

Guzheng (Sumber: blogspot.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

5. Dizi

Dizi  adalah nama alat musik tiup berupa seruling horizontal yang berasal dari Cina. Dizi berawal dari Asia Tengah dan masuk ke Tiongkok pada 2 SM dan mengubah bahan dasar Dizi menjadi bambu. Saat itu Dizi terbuat dari tulang. Sebelum Dinasti Han, Dizi yang pada masa itu disebut Di mengacu pada seruling vertikal. Kemudian pada masa Dinasti Tang barulah diadakan perbedaan yaitu nama Di untuk seruling horizontal dan Xiao untuk seruling vertikal. Pada abad ke 7 M, sebuah selaput ditambahkan dan namanya berubah menjadi Dizi.

Dizi modern memiliki 12 lubang yang terdiri dari satu lubang untuk meniup, satu lubang membran, enam lubang untuk memainkan, empat lubang untuk memperbaiki tinggi rendah nada dan memasang pajangan. Berbeda dengan Xiao, Dizi memiliki nada jernih dan bergema sehingga cocok untuk mengekspresikan irama gembira dan dapat meniru suara burung-burung yang berbeda. (**)

 

[spoiler]

Dizi (sumber: sourcingmap.com,uniknay.com)

[/spoiler]

 

 

Sumber : Dari berbagai sumber, uniknya.com, Januari 2012

Guzheng

One Response to 5 Alat Musik Pada Budaya Seni Tionghoa

  1. lengkap ya kang penjelasnya hehe apa lagi di padukan dengan gambar jadi tambah betah bacanya :)

    yang terakhir klo di kita mah suling x yah :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com