bannersss


5 Band Indie Pop Asal Bandung

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Indie pop adalah sebuah aliran musik alternative pop yang berasal dari Inggris pada pertengahan era 1980an. Terkadang istilah indie digunakan untuk menggambarkan grup musik yang berkarier secara independen. Perkembangan musik Indie Pop sendiri di Indonesia bisa dibilang terlahir dari sebuah kota gudangnya musisi yaitu kota Bandung. Dari kota inilah bermunculan group band Indie Pop terkenal. Berikut uniknya.com sajikan 5 Band Indie Pop Asal Kota Bandung:

 

 

1. Pure Saturday

Pure Saturday adalah grup musik bergenre indie pop yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Grup ini dibentuk pada tahun 1994 oleh Muhammad Suar Nasution (vokal, gitar), Aditya Ardinugraha (gitar), Yudistira Ardinugraha (drum), Ade Purnama (bass), Arief Hamdani (gitar). Grup musik ini merupakan pelopor lahirnya banyak grup musik indie pop di Indonesia.

 

[spoiler]

Pure Saturday (sumber: blogspo.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Album perdana PS ini digarap secara independen dan dipasarkan secara mail order lewat sebuah majalah remaja di Jakarta. Pada saat itu PS membuat 5.000 kopi saja. Beberapa bulan setelah album tersebut muncul, ada produser rekaman yang melirik mereka dan akhirnya mereka pun membuat kontrak dengan Ceepee Production. Lagu-lagu pada album pertama itu adalah Silence, Kosong, a song, Desire, Simple, Enough, Open Wide dan Coklat. Lagu Kosong kemudian dipilih untuk dibuatkan videoklipnya.

Boleh dibilang album mereka laku keras. Saat masih diedarkan sendiri 700 kopi yang terjual. Sedangkan melalui distribusi Ceepee Production terjual sebanyak 2000 kopi. Pure Saturday sempat vakum sebelum pada akhirnya Suar mengundurkan diri pada tahun 2004. Posisi Suar kemudian digantikan oleh sang manajer, iyo. Pada Maret 2005, PS kembali hadir dengan album ketiganya yang berjudul “ELORA”. Kehadiran PS kali ini dengan formasi barunya dan dengan membawa label baru, Fast Forward Records.

 

2. Mocca

Mocca adalah kelompok musik indie asal Bandung. Grup ini beranggotakan Riko Prayitno (gitar), Arina Ephipania (vokal dan flute), Achmad Pratama (bass), dan Indra Massad (drum). Mocca pertama kali mucul dalam kompilasi Delicatessen (2002), dan langsung merebut hati penggemar.

 

[spoiler]

Mocca (sumber: blogspo.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Satu tahun kemudian mereka mengeluarkan debut album mereka “My Diary” (2003) dengan label indie “FFWD”. Album ini meldak di pasaran. Lagu-lagu seperti “Secret Admirer” dan “Me and My Boyfriend” menjadi hits di mana-mana. Video klip “Me and My Boyfriend” mendapat penghargaan sebagai “best video of the year” versi MTV Penghargan Musik Indonesia 2003.

Bahkan mereka menandatangani kontrak dengan salah satu indie records di Jepang, Excellent Records, untuk mengisi satu lagu dalam album yang format rilisannya adalah kompilasi book set (3 Set) yang berjudul “Pop Renaisance”. Ada 3 disc yang diedarkan di Jepang dan Mocca berada di disc no. 2 dengan lagu “Twist Me Arround”. Lagu-lagu Mocca sendiri menggunakan bahasa Inggris dengan alasan memudahkan penulisan syair serta kesesuaian dengan warna lagu pop dengan sentuhan swing jazz, twee pop, dan suasana ala 60-an.

 

3. Cherry Bombshell

Cherry Bombshell adalah nama dari sebuah grup band anak muda yang berasal dari Bandung. Cherry Bombshell didirikan oleh empat  anak muda Bandung yaitu Agung Pramudya Wijaya (bass), Harry Hidayatullah (gitar), Ismail Rahaji (gitar), dan Mochammad Febry Syarif (drum) pada tahun 1995 ditambah akhirnya Alexandra (vokal). Nama Cherry Bombshell diambil dari jenis warna cat rambut, yang secara tak sengaja mereka baca dari majalah Seventeen, yang sedang membahas warna cat rambut idola mereka yaitu vokalis kelompok Lush asal Inggris yang berambut merah, istilahnya Cherry Bombshell. Mereka lalu merekam lagu-lagu yang telah dibuat. Untuk pertama kalinya Cherry Bombshell show di Jakarta dan telah berani membawakan lagu-lagunya sendiri (dulu nama grupnya masih Lolypop).

Kini Cherry Bombshell telah meluncurkan Album ke-3 pada bulan Mei 2005 yang diberi judul “Jalan Masih Panjang” dibawah label indie BACOTT Records. Ada 10 lagu dalam album ini, Dengan judul-judul lagu : Kesepian Semu, Satu di antara Seribu, Cahaya di dalam Jiwa, Awan Hitam menyelimuti, Jalan Masih Panjang, Purnama Kelam, Mengenang Masa, Ku Takkan tenggelam, Mengejar Angin, dan Bintang Terang.

 

[spoiler]

Cherry Bombshell (sumber: blogspo.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Untuk di album ke-3 ada pengurangan dan perubahan formasi personel tetap dari Cherry Bombshell, hal ini karena Ajo, Widi, Ajie dan Coro telah keluar dari Cherry Bombshell. Formasi tetap Cherry Bombshell yang sekarang yaitu : Agung Pecunk (Bass), Esti (Vokal), Arief (Drum), Remy (Guitar) dan Egi (Guitar). Di album ke-3 ini juga Cherry Bombshell dibantu oleh beberapa musisi seperti Suar (eks Vokalis Pure Saturday), Indra Mocca dan Ajie The Milo (eks Cherry Bombshell) serta beberapa musisi lain untuk mengisi lagu-lagu yang terdapat di album ini.

 

4. The Milo

The Milo adalah grup musik asal Bandung, Indonesia yang personelnya terdiri dari rekrutan dari grup musik asal Bandung lainnya seperti Cherry Bombshell dan La Luna. Sebelumnya, para personel Themilo berasal dari band-band hardcore. Lagu-lagu mereka cenderung galau, walaupun sebenernya dasar musik mereka adalah pop. Nama The milo berasal dari nama anjing peliharaan Mickey Mouse yang bernama “Milo”. Themilo terbentuk sekitar tahun 1996. Themilo pada awalnya merupakan side project, di mana para personelThemilo masing-masing sudah memiliki band sendiri. Kemudian, side project ini malah menjadi sesuatu yang serius bagi personel Themilo.

 

[spoiler]

The Milo (sumber: blogspo.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Themilo mengeluarkan single berisi tiga lagu di bawah Flatspills Records yang berjudul “Romantic Purple” dan album penuh berjudul Let Me Begin di bawah M4AI records. Selain itu, Themilo juga telah memproduksi beberapa video klip independen, antara lain Malaikat, Romantic Purple, Yin’s Evolving, Dunia Semu (feat. Rock ‘n Roll Mafia) dan Lolita. Video klip Malaikat dari Themilo termasuk video klip yang mengalami high rotation untuk kriteria video klip indie di MTV Indonesia.

Album pertama mereka, Let Me Begin dirilis di Bandung pada bulan April 2003. Launching album Let Me Begin sendiri diadakan pada tanggal 8 Juni 2003. Pada akhir tahun 2003, album repackaged dirilis dengan bonus tambahan lagu “Dunia Semu” hasil remix Rock ‘n Roll Mafia dan sebuah lagu berjudul Finally Home.

 

5. Homogenic

Homogenic adalah band band electropop yang dibentuk di Bandung pada tahun 2002. Sejak awal pembentukannya, band trio ini sempat mengalami perubahan formasi sebelum akhirnya dipopulerkan oleh personilnya sekarang, yaitu Deena Dellyana (Synths/Programming), Grahadea Kusuf (Synths/Programming) dan Amandia Syachridar(Vocals). Amandia akhirnya bergabung dengan Homogenic untuk menggantikan posisi Risa.

 

[spoiler]

Homogenic (sumber: blogspo.com,uniknya.com)

[/spoiler]

Terbentuknya band ini berawal dari pertemanan personilnya, yaitu Risa Saraswati dan Deena Dellyana yang kebetulan belajar di sekolah yang sama, Keduanya sama-sama memiliki minat di bidang musik, sehingga ketika keduanya beranjak dewasa, mereka mencoba mengaspirasikan diri mereka ke dalam musik yang sesungguhnya sehingga terbentuklah Homogenic.

 

Tambahan:

 

La Luna

La Luna adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat pada 2 Januari 2000. Grup ini didirikan oleh Manik (vokal), Uti (Gitar), Boyan (drum), dan Erwin (bass). Pada tahun 2000, La Luna menelurkan debut album Penggalan Kisah Lama dengansingle hits berjudul sama. Band ini menjadi semakin dikenal dengan hitsnya “Selepas Kau pergi”.

 

[spoiler]

La Luna (sumber: blogspo.com,uniknya.com)

[/spoiler]

Pada tahun 2002 La Luna meluncurkan album anyar yang bertajuk Dua Musim. Masih sama dengan album pertama mereka yang dirilis sekitar dua tahun lalu. Hingga saat ini mereka sudah menelurkan 6 Album, termasuk 1 album repackaged dari album ketiga yang berjudul Menanti Pagi, disusul dengan album kelima berjudul Indah Pada Waktunya.

Tahun 2006, sang bassist Erwin Januar menyatakan pengunduran dirinya dikarenakan dia harus fokus terhadap keluarganya. Namun band ini meluncurkan album The Best berjudul Kilas Balik pada tahun 2008 dengan menambahkan 2 lagu baru berjudul Tetaplah Mencintaiku dan Membekas Di Hati.

3 tahun vakum dari dunia musik bukanlah berarti band ini bubar. Pada awal 2011, band yang terkenal dengan lirik-lirik romantis dan easy listening ini meluncurkan album ketujuh berjudul Berbunga Bunga. Band ini membawakan warna musik yang lebih fresh ketimbang album-album La Luna sebelumnya dengan hitsnya “lara hati” yang sempat menjadi top chart di berbagai radio selama beberapa minggu.(**)

 

Sumber: Dari berbagai sumber, uniknya.com, Maret 2012

 

One Response to 5 Band Indie Pop Asal Bandung

  1. Wah, keren semua nih.. mocca ama puresaturday megang dehhh :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com