bannersss


5 Wisata Upacara Adat di Jawa Barat (Bagian II)

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Bagi anda para bagpacker, atau anda yang suka dengan hal-hal berbau tradisi wisata, cobalah berkunjung ke beberapa tempat di bawah ini. Selain menambah pengetahuan akan adat istiadat setempat, tentunya destinasi liburan anda semakin berwarna dan bervariasi. Berikut uniknya.com sajikan kepada anda, 5 wisata upacara adat di berbagai daerah di Jawa Barat:

1. Upacara Panjang Jimat, Cirebon

Bila Anda datang ke Kota Cirebon pada tanggal 12 Rabiul Awal, luangkan waktu Anda pada jam 19.30 untuk melihat Upacara Panjang Jimat. Upacara ini merupakan upacara adat keagamaan yang diselenggarakan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Pengertian ‘panjang’ berarti sing siji kang dirumat (‘yang satu yang selalu dirawat’ yaitu dua kalimat syahadat). Tujuan dari dilaksanakannya upacara ini adalah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mengenang jasa-jasa beliau dalam menyiarkan agama Islam. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain mencuci perangkat piring tempat menyimpan nasi Rosul, membuat sajian, serta membuat perlengkapan upacara. Dengarkan sejarah Panjang Jimat sebagai salah satu benda pusaka Keraton Cirebon. Pusaka ini merupakan pemberian dari Sanghyang Bango ketika masa pengembangan dari Raden Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana I) dalam mencari agama Islam. Panjang jimat diturunkan oleh petugas dan ahli agama dilingkungan kerabat Keraton Kasepuhan.

 

[spoiler]

Upacara Panjang Jimat, Cirebon (sumber: jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

2. Upacara Ngarot, Indramayu

Adalah merupakan upacara tradisional masyarakat Desa Lelea yang dilakukan pada saat tibanya musim menggarap sawah, yaitu menjelang musim hujan sekitar bulan Oktober sampai Desember. Adapun harinya telah ditetapkan yaitu hari Rabu yang dipercayai oleh masyarakat bahwa hari Rabu mempunyai sifat bumi yang cocok untuk mengawali musim tanam. Ngarot berasal dari kata ”Nga – rot” (basa Sunda) yaitu istilah minum/ngaleueut. Adapun Kasinoman asal kata Sinom yaitu daun asam muda yang diartikan sekelompok muda-mudi yang dinamis dan kreatif.

 

[spoiler]

Upacara Ngarot, Indramayu (sumber: jabarprov.go.id,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Upacara Adat Ngarot dimulai seiak abad 17 M, yang pertama melaksanakan Upacara Adat Ngarot adalah salah seorang Tokoh masyarakat yang bernama Ki Kapol yang selanjutnya menjadi Kuwu Desa Lelea ke II setelah Cangga Wreni (Kuwu ke I). Sedangkan peninggalan Ki Kapol yang masih terpelihara hingga sekarang yaitu Sawah Kasinoman, sawah yang digarap oleh para Kasinoman (muda-mudi) dengan tujuan hasil dari sawah tersebut dijadikan biaya Upacara/pesta Ngarot tahun berikutnya.

 

3. Upacara Mapag Sri, Majalengka

Upacara Mapag Sri merupakan ritual lokal yang unik. Keunikan yang akan Anda dapati adalah bahwa upacara ini menjunjung tinggi aturan agama Islam, tetapi percampuran adat tradisi Sunda kuno masih sangat kental terasa di setiap bagiannya. Upacara ini dilaksanakan setiap bulan Agustus dan merupakan pernyataan rasa syukur atas keberhasilan pertanian yang diperoleh. Selain itu, upacara ini juga diadakan sebagai upaya memelihara hubungan serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.

 

[spoiler]

Upacara Mapag Sri, Majalengka (sumber: jabarprov.go.id,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Anda akan melihat bahwa upacara ini ini dilaksanakan dengan mengarak simbol Dewi Sri mengelilingi kampung, dengan diiringi berbagai atraksi kesenian. Setelah itu, diadakan pergelaran Wayang Kulit Purwa dengan lakon Sulanjana (cerita mengenai asal-usul padi). Usai pergelaran dilanjutkan dengan selamatan dan acara memperebutkan air yang berasal dari tujuh mata air yang dipercaya masyarakat sebagai obat untuk segala macam penyakit dan tolak bala – suatu acara yang sangat menarik untuk Anda ikuti.

 

4. Pesta Dadung, Kuningan

Pesta Dadung adalah kesenian masyarakat Desa Legokherang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Kesenian ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 18 dan sejak awal difungsikan untuk ritus kesuburan (pertanian). Ritus ini dimaksudkan sebagai bentuk pemujaan terhadap Ratu Galuh yang dipercaya masyarakat setempat sebagai ratu pelindung hewan. Ratu Galuh adalah penggembala ’batin’ dengan banyak julukan seperti Nyai Pelenggirarang, Sang Ratu Biting, Sang Ratu Bopong, Ratu Geder Dewata, atau Ratu Koja Dewatana. Julukan sebagai ratu penggembala berkaitan erat dengan tipologi masyarakat Sunda yang tergolong sebagai masyarakat pastoral atau masyarakat ladang.

[spoiler]

Pesta Dadung, Kuningan (sumber: jabarprov.go.id,uniknya.com)

[/spoiler]

Dadung, artinya tambang, biasanya terbuat dari serat kulit kayu waru yang berfungsi untuk mengikat kerbau atau sapi. Pesta Dadung tak lain adalah ritus bagi penggembala. Oleh sebab itu, ritus itu juga sering disebut dengan ritus budak angon. Para budak angon sengaja diupacarakan dengan maksud agar mereka tetap bergairah menggembalakan ternaknya (biasanya kerbau dan sapi) serta gembalaannya tetap sehat dan kuat.
Seperti juga ritus-ritus lainnya, pesta dadung selalu dilaksanakan setahun sekali pada masa katiga (kemarau) menjelang musim hujan turun. Akan tetapi, waktu pelaksanaannya kemudian diubah menjadi setiap tanggal 18 Agustus berkaitan dengan perayaan HUT Kemerdekaan R.I. Tempatnya di halaman balai desa.

 

5. Gembyung, Subang

Gembyung adalah ensambel musik yang terdiri dari beberapa waditra terbang dengan tarompet yang merupakan jenis kesenian bernafaskan Islam. Meskipun demikian, di lapangan ditemukan beberapa kesenian Gembyung yang tidak menggunakan waditra tarompet.

 

[spoiler]

Gembyung, Subang (sumber: jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

Gembyung merupakan jenis kesenian tradisional khas daerah Subang yang sampai sekarang masih terus dimainkan. Gembyung biasa dimainkan untuk hiburan rakyat seperti pesta khitanan dan perkawinan atau acara hiburan lainnya dan juga digunakan untuk upacara adat seperti halnya Ruatan bumi, minta hujan dan mapag dewi sri. Dalam perkembangannya saat ini, gembyung tidak hanya sebagai seni auditif, tapi sudah menjadi seni pertunjukan yang melibatkan unsur seni lain seperti seni tari.Gembyung adalah ensambel musik yang terdiri dari beberapa waditra terbang dengan tarompet yang merupakan jenis kesenian bernafaskan Islam. Meskipun demikian, di lapangan ditemukan beberapa kesenian Gembyung yang tidak menggunakan waditra tarompet.(**)

 

Tambahan: 

Upacara Ke Makam Karomah, Garut

Ziarah ke makam karomah dilaksanakan pada setiap hari Sabtu. Tamu yang datang mempunyai maksud berziarah, datang ke Dukuh di hari Jum’at atau hari sebelumnya. Untuk tamu yang datang di hari-hari sebelum Sabtu; seperti hari Rabu, Kamis, atau Jum’at harus menunggu sampai hari Sabtu, terutama tamu yang jauh atau yang dari luar propinsi Jawa Barat. Sedangkan tamu-tamu yang dekat kadang-kadang datangnya Sabtu pagi pada waktu ziarah. Sedatangnya ke Kampung Dukuh tamu langsung ke rumah Kuncen untuk menceritakan maksud kedatannganya, selebihnya tamu ada yang menginap dirumah Kuncen, tapi kadang-kadang ada juga yang dirumah masyarakat terdekat sebab di rumah Kuncen tidak tertampung.  Semua tamu yang datang ke Kuncen disuguhi makan sebab merupakan kewajiban Kuncen. Di waktu malam tamu-tamu yang ada di rumah Kuncen diberikan penjelasan asal muasal Karomah, Kampung Dukuh, serta adat istiadat yang ada di Kampung Dukuh, lalu diteruskan dengan membaca salawat.

Pada Sabtu pagi, semua yang mau ziarah berkumpul di rumah Kuncen terutama tamu yang datang dari luar yang mau melaksanakan ziarah, yang tidak tertampung di rumah Kuncen menunggu di halaman rumah Kuncen sambil mendengarkan penjelasan-penjelasan dari Kuncen. Pada waktu itu Kuncen memberikan penjelasan dalam hal melaksanakan ziarah, seterusnya semua yang mau ziarah disuguhi makan terlebih dahulu.  Sesudah jamuan makan semua tamu berangkat menuju Pancuran Suci untuk melaksanakan mandi besar yang dipimpin oleh wakil Kuncen.Tempat mandi besar dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.(**)

 

[spoiler]

Upacara Ke Makam Karomah, Garut (sumber: jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id, unikya.com, Maret 2012

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com