5 Kesenian Tradisional Garut

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Kabupaten Garut, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten yang satu ini kini sedang berbenah diri menjadi satu kabupaten dimana pariwisata menjadi moda unggulannya. Berbagai macam objek wisata menarik, kini tengah dikembangkan pemerintah Kab. Garut yang menjadi tujuan pariwisata turis lokal maupun mancanegara. Berikut uniknya.com mengulas 5 kesenian tradisional khas Garut:

 

1. Seni Tradisional Bangklung

Kecamatan : Cisurupan

Kesenian Bangklung merupakan perpaduan dua buah kesenian tradisional, yakni Kesenian Terebang dan Kesenian Angklung Badud. Biasanya kesenian ini dipentaskan pada : Khitanan Anak, Panenan Padi, Syukuran, dan Hiburan lainnya. Adapun alat kesenian Bangklung yang digunakan terdiri dari beberapa waditra-waditra (alat-alat﴿, yakni : Lima buah Terebang, Sembilan buah Angklung, Lima buah Terebang, Sembilan buah Angklung, Tiga pasang Batok Kelapa dan Dua buah Keprak terbuat dari Bambu.

 

[spoiler]

Seni Tradisional Bangklung (Sumber: datasunda.org)

[/spoiler]

 

Jumlah pemain Bangklung seluruhnya 27 orang, yang masing-masing membawa alat : Terebang, Angklung, Beluk (Vokal﴿, Terompet, Keprak dan seorang Bodor. Kesenian Bangklung merupakan hasil prakarsa Bapak Rukasah selaku Kepala Seksi Bidang Kesenian Depdikbud Kabupaten Garut, telah menetapkan perpaduan jenis kesenian Terebang dan Angklung pada tanggal 12 Desember 1968 di Desa Cisero Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.

 

2. Seni Tradisional Dodombaan

Kecamatan : Bayongbong

Atraksi seni yang menggunakan tetabuhan seperangkat kendang pencak silat dengan beberapa orang pendukungnya. Satu atau dua orang melakukan ibing pencak silat, juga terdapat delapan orang yang mengusung dua buah patung domba dari kayu yang bisa ditunggangi anak-anak dan dewasa. Kesenian ini lahir di Desa Panembong Kec. Bayongbong dan dipimpin oleh Bapak SAJIDIN.

 

[spoiler]

Seni Tradisional Dodombaan (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

3. Seni Tradisional Surak Ibra

Seni tradisional Surak Ibra dikenal juga dengan nama lain Boboyongan Eson. yang berdiri Sejak Tahun 1910 di Kampung Sindang Sari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Kesenian Tersebut Hasil Ciptaan Raden Djajadiwangsa Putra Dari Raden Wangsa Muhammad (Dikenal Dengan Nama Lain Raden Papak).

Kesenian ini merupakan suatu sindiran (simbol﴿ atau semboyan tidak setuju terhadap Pemerintahan Belanda pada waktu itu yang bertindak sewenang-wenang kepada masyarakat jajahan. Khususnya di daerah Desa Cinunuk dan umumnya daerah Kabupaten Garut. Kesenian ini memiliki tujuan untuk memupuk motivasi masyarakat agar mempunyai pemerintahan sendiri hasil gotong royong bersama untuk mencapai tujuan cita-cita bangsa Indonesia. Selain itu juga untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antara pemerintah dan masyarakatnya, demi menunjang keadilan dan kebijaksanaan pemerintah secara mandiri dengan penuh semangat bersama.

 

[spoiler]

Seni Tradisional Surak Ibra (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

4. Seni Tradisional Lais

Kecamatan : Cibatu

Kesenian Lais Diambil Dari Nama Seseorang Yang Sangat Terampil Dalam Memanjat Pohon Kelapa Yang Bernama ?Laisan? Yang Sehari-Hari Di Panggil Pak Lais. Lais ini Sudah Dikenal Sejak Aman Penjajahan Belanda. Tempatnya di Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening. Atraksi yng ditontonkan mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman, sambil diiringi tetabuhan seperti dog-dog, gendang, kempul dan terompet.

 

[spoiler]

Seni Tradisional Lais (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

5. Seni Tradisional Badeng

Kecamatan : Malangbong

Kesenian tradisional Badeng diciptakan pada tahun 1800 yaitu di jaman Para Wali, kesenian ini mula-mulanya diciptakan oleh seorang tokoh penyebar agama Islam bernama Arfaen Nursaen yang berasal dari daerah Banten yang kemudian terus menetap di Kampung Sanding Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, beliau dikenal masyarakat disana dengan sebutan Lurah Acok. Sampai sekarang kesenian ini masih ada dan dipergunakan sebagai alat hiburan, untuk menyambut tamu-tamu besar, perayaan, Mauludan, khitanan, hajat dan lain sebagainya, hanya saja para pemainnya sudah tua-tua rata-rata berumur 90 tahunan.

 

[spoiler]

Seni Tradisional Badeng (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

Tambahan:

 

Seni Tradisional Debus

Kecamatan: Pameumpeuk

Debus adalah salah satu jenis kesenian tradisional rakyat jawa Barat yang terdapat didaerah pamempeuk Kabupaten Garut ini tercipta kira ?kira di abad ke 13 oleh seorang tokoh penyebar agama islam, pada waktu itu di daerah tersebut masih asing dan belum mengenal akan ajaran Islam secara meluas.

 

[spoiler]

Seni Tradisional Debus (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

Seni Tradisional Gesrek

Kecamatan : Pamulihan

Seni Gesrek disebut juga Seni Bubuang Pati (mempertaruhkan nyawa). Bila dikaji dengan teliti, seni Gesrek dapat dikatakan juga bersifat religius. Dengan ilmu-ilmu, mantra-mantra yang berasal dari ayat Al Qur’an. Pelaku seni ini bisa tahan pukulan, tidak mempan senjata tajam atau tidak mempan dibakar. Demi keutuhan/mengasah ilmu yang dimiliki pemain Gesrek perlu mengadakan pemulihan keutuhan ilmu dengan jalan ngabungbang (kegiatan ketuhanan yang dilaksanakan tiap malam tanggal 14 Maulud) yaitu mengadakan mandi suci tujuh muara yang menghadap sebelah timur sambil mandi dibacakan mantra-mantra sampai selesai atas bantuan teman atau guru apabila masih ada.(**)

 

[spoiler]

Seni Tradisional Gesrek (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

[/spoiler]

 

Sumber: pariwisata.garutkab.go.id, uniknya.com, April 2012

 

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com