bannersss


5 Penyakit yang Disebabkan Oleh Binatang

Oleh: Mia Abdurahman

[UNIKNYA.COM]: Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan oleh serangan tomcat, khususnya di daerah Pulau Jawa. Racun yang dikeluarkan serangga kecil ini disebut  paderin dan bisa mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Namun serangga yang sering juga disebut semut belang ini, baru akan menyerang jika dirinya merasa terancam.

Sebenarnya tomcat merupakan serangga predator terhadap serangga lainnya. Biasanya tomcat akan dengan mudah berkembang biak di kawasan dengan kondisi lembab, seperti tanaman bersemak, lahan dengan banyak air, pesawahan, kebun jagung atau kebun sayur.

Masa hidup tomcat hanya 110 hari, dan tomcat betina bisa menghasilkan telur mencapai 24 butir. Telur telur itu akan menetas tiga hari kemudian. Setelah 19 hari serangga menjadi dewasa. Sedangkan tomcat beracun hanyalah yang berjenis kelamin betina.

Serangga yang di dunia ilmiah disebut Rove beetle ini tak memilih siapa korbannya jika kehidupannya merasa terganggu. Bahkan predator wereng cokelat ini,  pernah menyerang tentara Amerika Serikat saat bertugas di Timur Tengah.  Sehingga departemen dermatologi dari pusat medis angkatan laut di San Diego dan Universitas California menyarankan untuk tidak memukul tomcat, karena racun yang bisa membuat iritasi ada dalam darahnya.

Pada tahun 2001, 191 tentara Amerika Serikat yang tergabung dalam misi Operation Enduring Freedom di Pakistan diserang tomcat. Selain itu 30 pasukan khususnya yang bertugas di afganistan mengalami hal serupa pada tahun 2002, dan pada tahun 2007 giliran tentara yang berada di pangkalan militer Balad, irak yang mendapat serangan tomcat.

Namun sebenarnya selain serangga tomcat yang bisa mendatangkan masalah serius pada manusia, sebenarnya ada hewan lainnya yang juga bisa mendatangkan penyakit berbahaya, bahkan mematikan, seperti hewan-hewan di yang spotlite sajikan berikut ini.

 

1.   Trypanosomiasis (Lalat Tse Tse)

Penyakit yang pertama yang disebabkan binatang yakni, Trypanosomiasis. Penyakit ini biasa ditemukan di kawasan benua Afrika. Terjangkitnya Trypanosomiasis pada manusia adalah karena gigitan serangga. Hewan penyebar Trypanosomiasis yaitu, lalat tse-tse yang sebelumnya telah mengigit hewan ternak penduduk yang sudah mati.

Gejala awal dari penderita penyakit ini yakni, demam, sakit kepala, dan sakit di sendi-sendi, pembengkakan kelenjar limfa, anemia dan penyakit ginjal. Penderita kemudian mengalami perubahan siklus tidur, dimana selalu merasa ngantuk di siang hari dan sulit tidur di malam hari. Bila tidak mendapat perawatan secara serius, penderita akan mengalami kerusakan  sistem syaraf, koma, bahkan berujung pada kematian.

Penderita penyakit ini yang sebagian besar berada di Afrika, menurut catatan pusat studi kesehatan di Afrika, korbannya telah mencapai angka 50 ribu hingga 70 ribu orang. Jika sudah terjangkit penyakit ini, penyebaran selanjutnya bisa secara genetik dari ibu pada anaknya, atau dari tranfusi darah.

 

[spoiler]

Trypanosomiasis (sumber: blogspot.com.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

2.   Anthrax (Sapi & Domba)

Penyakit selanjutnya yakni antraks, atau yang biasa disebut penyakit mulut dan kuku, karena ciri utamanya terlihat dari kerusakan dua anggota tubuh tersebut. Penyebab antraks adalah bakteri Bacillus antrhracis yang biasa dibawa sapi, kambing dan domba.

Bakteri yang hidup di dalam tanah ini menyerang hewan melalui infeksi yang masuk melalui pori-pori kulit, sehingga merusak kuku hewan. Dalam penyebarannya pada manusia, biasanya terjadi setelah kita terlibat kontak langsung dengan hewan penderita antraks.

Gejala yang dialami manusia bisa diketahui setelah terkena bakteri antara 12 jam hingga 5 hari. Ciri-ciri yang mudah dikenali yakni terjadinya benjolan merah-coklat yang membesar disertai pembengkakan. Benjolan berubah menjadi lepuhan dan mengeras, kemudian pecah dan mengeluarkan cairan bening, membentuk keropeng yang hitam, kelenjar getah bening di daerah yang terkena bisa membengkak, penderita terkena demam, otot sakit, sakit kepala, mual dan muntah. Jika tidak ditangani secepatnya,  bisa mengakibatkan kematian,  seperti terjadi di Eropa tahun 1970-an lalu.

 

[spoiler]

Anthrax (sumber: blogspot.com.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

3.   Toxoplasmosis (kucing)

Selanjutnya penyakit toxsoplasmosis. Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau bisa mengakibatkan keguguran bila tengah mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini.

Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau, hingga kucing rumahan. Penularan kepada manusia melalui empat cara yaitu, secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar toxoplasama, memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit toxopalsma dan tidak dimasak secara sempurna, atau setengah matang, infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayi dalam kandungan bagi ibu yang mengandung, dan terakhir adalah melalui transfusi darah.

Untuk itu setiap ibu hamil disarankan untuk menjauhi hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, atau hewan lainnya yng kemungkinan besar dalam kondisi tidak seperti, Toxoplasmosis.

 

[spoiler]

Toxoplasmosis (sumber: blogspot.com.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

4.   Leptospirosis (tikus)

Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwa termasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh subur adalah ginjal dan organ reproduksi. Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka dan terkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi yang ditinggalkan tikus. Bahkan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh.

Hewan lain yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah anjing, kucing, harimau, musang, tupai. Leptospirosis pada hewan bisa terjadi berbulan-bulan. Sedangkan pada manusia hanya bertahan 60 hari saja.

Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalami perdarahan. Selain itu kepala akan mengalami sakit yang luar biasa,  depresi, badan lemah. Yang menakutkan adalah sampai saat ini belum ada vaksin leptospirosis untuk manusia, yang tersedia hanya ada untuk hewan.

 

[spoiler]

Leptospirosis (sumber: blogspot.com.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

5.   Tularemia (kelinci)

Penyakit terakhir akibat hewan yakni tularemia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Francisella tularensis. Manusia akan mengidap penyakit ini jika kontak langsung dengan binatang yang terkena tularemia,  atau memakan daging yang tidak dimasak benar-benar, atau akibat gigitan kutu binatangnya. Kelinci merupakan binatang sumber penyakit ini.

Tularemia dapat menyebabkan masalah pernapasan serius. Orang yang terinfeksi juga dapat mengembangkan rasa sakit pneumonia dan dada serta kesulitan bernapas.

Gejala biasanya terjadi 3 hinga 7 hari sesudah kuman masuk. Luka terjadi pada membran atau kulit dengan pembengkakkan.  Dan pecahnya kelenjar getah bening di daerah itu disertai panas tinggi, perasaan pusing yang berat, pembesaran hati dan limpa.  Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa menyerang paru-paru, alat-alat pencernaan, atau selaput mata.

Untuk itu disarankan jika akan memelihara kelinci, sebaiknya mempersiapkan perhatian ekstra dengan menjaga kebersihan dan pemberikan makanan sehat, karena jika kita mengabaikannya, penyakit berbahaya ini bisa membunuh anda.

 

[spoiler]

Tularemia (sumber: blogspot.com.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

Itulah penyakit yang didatangkan hewan. Jika anda akan memelihara hewan, jangan pernah mengabaikan kesehatannya.  Berilah perhatian ekstra, terutama dalam masalah kebersihan mereka.  Sebab boleh jadi,  penyakit dari mereka tengah mengintai anda.

 

Sumber: Berbagai sumber, uniknya.com, April 2012

 

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Selasa pukul 9.45-10.45 WIB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com