5 Petenis Putri Terseksi dan Terpanas (Bagian I)

Oleh: Ilham Santoso

[UNIKNYA.COM] Tennis adalah salah satu permainan paling popular di dunia dan tak diragukan lagi ada banyak para pemain tenis wanita super seksi di dalam pakaian tenis yang super minim. Tanpa panjang lebar lagi, uniknya.com memperkenalkan kepada pembaca lima petenis wanita terseksi dan terpanas dunia. Eits, buat para cowok tolong duduknya dijaga ya? Selamat menikmati.

 

1. Elena Dementieva

 

[spoiler]

Elena Dementieva (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Elena Viatcheslavovna Dementieva (lahir 15 Oktober 1981) adalah pensiunan petenis profesional Rusia. Dementieva sangat terkenal karena telah memenangkan medali emas tunggal di Olimpiade 2008 di Beijing. Ia memenangkan 16 gelar tunggal WTA dan mencapai final di French Open tahun 2004 dan US Open tahun 2004. Dementieva memperoleh rangking 3 di dunia nomor pada tanggal 6 April 2009. Ia mengumumkan kepensiunannya tanggal 29 Oktober 2010, setelah pertandingan final di Kejuaraan Tur WTA tahun 2010. Dementieva mengakhiri karirnya dengan ranking no. 9 Dunia.

 

2. Martina Hingis

 

[spoiler]

Martina Hingis (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Martina Hingis (lahir di Košice, Cekoslovakia, sekarang Slowakia, 30 September 1980; umur 31 tahun) adalah mantan petenis putri profesional no.1 dalam dunia tenis putri yang berasal dari Swiss. Dia menjuarai 5 gelar Grand Slam tunggal putri dunia (3 Australia Terbuka, 1 Wimbledon, dan 1 AS Terbuka). Cedera ligamen di kedua lututnya memaksanya pensiun pada tahun 2002 sebelum ia kembali terjun ke tenis profesional pada tahun 2005. Hingis mengumumkan pengunduran dirinya yang kedua kali dari dunia tenis profesional pada 1 November 2007 setalah terus didera cedera sepanjang tahun tersebut. Pada saat yang sama ia juga mengaku bahwa hasil tes urinnya pada turnamen Wimbledon 2007 positif mengandung kokain. Meskipun ia membantah telah mengonsumsi obat terlarang tersebut.

 

3. Sania Mirza

 

[spoiler]

Sania Mirza (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Sania Mirza (lahir 15 November 1986, di Bombay) adalah petenis India profesional. Ia memulai karir tenisnya tahun 2003 dan terkenal atas pukulan-pukulan kuatnya. Ia adalah orang India yang pertama kalinya memecahkan rangking WTA 30 besar untuk pemain tunggal dan 10 besar untuk pemain ganda. Sania telah mengalahkan banyak pemain top, termasuk Svetlana Kuznetsova, Vera Zvonareva, Marion Bartoli dan Martina Hingis.

Sejauh ini, Mirza pernah memenangkan satu gelar tunggal WTA, di Hyderabad tahun 2005. Ia pernah memenangkan satu gelar Grand Slam: ganda campuran di Australian Open tahun 2009. Ia juga meraih juara dua sebanyak dua kali di event Grand Slam lainnya: ganda campuran di Australian Open tahun 2008 dan event ganda putri di Roland Garros tahun 2011.

Tahun 2004 ia diberi penghargaan Arjuna oleh Pemerintah Indian. Tahun 2006, Mirza diberi Padma Shri, penghargaan tertinggi keempat di India atas prestasi-prestasinya sebagai pemain India. Bulan Maret 2010, majalah Economic Times mencantumkan namanya dalam daftar “33 women who made India proud” (33 wanita yang membuat India bangga). Sania juga merupakan olahragawati India yang paling dicari di Google tahun 2009. Selain itu, Mirza adalah orang pertama di daftar ’50 heroes of Asia’ (50 Pahlawan Asia) versi Majalah Time (2005).

 

4. Olga Poutchkova

 

[spoiler]

Olga Poutchkova (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Olga Alekseyevna Puchkova (lahir 27 September 1987) adalah petenis profesional dari Rusia dan seorang model. Sebagai pemian junior ia bermain untuk Belarus, dan kadang-kadang terdaftar sebagai orang Belarusia.

 

5. Sabine Lisicki

 

[spoiler]

Sabine Lisicki (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

[/spoiler]

 

Sabine Lisicki (lahir 22 September 1989 di Troisdorf) adalah petenis profesional dari Jerman. Lisicki telah memenangkan tiga turnamen tunggal WTA dalam karirnya (satu pada tahun 2009 dan dua pada tahun 2011) dan satu turnamen ganda (tahun 2011). Ia mencapai semifinal di Kejuaraan Wimbledon tahun 2011 dan juga mencapai perempat final di Kejuaraan Wimbledon tahun 2009. Ia meperoleh rangking tertinggi nomor 3 Dunia tanggal 20 Februari 2012. Setelah berjuang melawan cedera tahun 2010, Lisicki kembali bermain tahun 2011 dan masuk ke 100 besar rangking dunia. (**)

 

Sumber: berbagai sumber, uniknya.com, April 2012

 

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com