5 Enterpreneur Selebritas Dunia (Bagian I)

Oleh: Ilham Santoso

[UNIKNYA.COM] Bakat. Kemampuan. Pintar. Beberapa ciri tersebut menggambarkan tokoh tersukses Hollywood dan menggambarkan bintang dunia kewirausahaan. Jadi akan sangat sempurna apabila keduanya digabungkan.

 

Kami tidak berbicara tentang selebritas yang melambungkan namanya lewat produk atau dibayar tinggi karena menggunakan merk tertentu. Kami menyinggung – dan menyoroti – aktor, aktris, penyanyi, personalitas TV, atlet, dan model-model terkenal yang telah mendirikan perusahaannya sendiri. Berikut uniknya.com menangkap lima enterpreneur sekaligus selebritas papan atas dunia.

1. Sandra Bullock: Bess Bistro/Bessence

Karir akting pemenang Academy Award dan korban skandal tabloid ini, Sandra Bullock, menanjak cepat sejak tahun 1990an. Namun kini ia telah meningkatkan keahlian kewirausahaannya dalam banyak gabungan usaha. Misalnya, Bullock membantu mendirikan perusahaan pribadinya Fortis Films pada pertengahan 90an, yang telah memproduksi sejumlah film yang dibintangi oleh Bullock sendiri, begitu juga dengan acara The George Lopez Show di saluran ABC.

[spoiler]

Sandra Bullock (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Satu dekade selanjutnya, Bullock – Forbes menempatkannya di posisi no. 8 dari 100 orang paling berpengaruh di dunia hiburan tahun 2010 – membuka Bess Bistro ramah lingkungan yang bertempat di Austin, Texas. Ia terlibat dalam “Segalanya: dekornya, menunya. Ini adalah usaha keluarga organik,” kata chef eksekutif Brenton Childs.

Produk Bullock lilin keledai, Bessence, dijual di toko restoran, plus kemudian ia membuka Walton’s Fancy and Staple, yang bergerak di bidang toko makanan, kafe, toko roti, toko bunga, dan perencana acara. “Saya ingin sebuah tempat yang umum, seperti masa dulu,” kata Bullock di Harper’s Bazaar.

2. Andrew Shue: CafeMom.Com

Kita kesampingkan dulu kenangan kita tentang Billy Campbell yang terbiasa bertelanjang dada dan karakternya sering berubah-rubah. Andrew Shue, bintang dari serial TV tahun 90an Melrose Place, telah memutuskan untuk bekerja di belakang layar – layar komputer.

[spoiler]

Andrew Shue (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Shue adalah salah satu pendiri CafeMom.com, sebuah situs jaringan sosial berusia empat tahun mendapatkan ranking 50 besar di situs comScore, termasuk dalam 100 situs untuk wanita versi Forbes, dan masuk dalam 100 startup yang paling berharga versi Business Insider (dengan nilai perusahaan sebesar 150 juta dolar USD).

“Saya menjadi seorang ayah, dan saya melihat pertama kali bagaimana para ibu mengatur alam semesta. Itu nomor pertama. Dan nomor kedua adalah seberapa besar para ibu saling berinteraksi,” ungkap Shue kepada “Good Morning America” tahun kemarin. “CafeMom adalah tentang para ibu yang saling melayani satu sama lain.”

Shue juga adalah salah satu pendiri organisasi kepemimpinan pemuda nonprofit, bernama Do Something, yang membantu para remaja untuk kerja magang.

3. Pat Boone: All-American Meats

Ia adalah bintang pop tahun 50an dengan penampilan keren kelaki-lakian dan memiliki penggemarnya sendiri yang pernah menyaingi penggemar Elvis Presley. Namun kini Pat Boone menjadi pengusaha daging. Kecintaannya kepada keluarga, makanan, dan bistik besar, Boone saat ini mendirikan dan meluncurkan Pat Boone All-American Meats, yang menjual merk produk daging terkenal di Amerika Serikat, dari top sirloin sampai kedai bir.

 

[spoiler]

Pat Boone: All-American Meats (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

J.W. Roth, salah satu pendiri/pembantu ketua perusahaan Pat Boone All-American Meats, memproyeksikan 14 juta sampai 15 juta USD dolar dalam penjualan tahun pertama, dan 32 juta sampai 33 juta USD dolar di tahun kedua.

 

4. Stacy London: Style for Hire

Terkenal sebagai konsultan fesyen, penulis, dan personalitas media sebagai co-host di sebuah program realitas What Not to Wear, kini, Stacy London sedang menyalurkan bakat fesyennya ke sebuah perusahaan gaya pribadi yang ia dirikan bernama Style for Hire.

Style for Hire menyediakan sebuah jaringan para pengarah gaya busana yang terlatih dan berijazah untuk membantu klien menemukan kembali penampilannya.

Perusahaan menerima biaya agensi per booking, biaya untuk pelatihannya, dan mendapat potongan laba dari retailer yang menawarkan diskon kepada para pelanggan Style for Hire.

 

[spoiler]

Stacy London (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

Para pengarah gaya dan layanannya tidak hanya terbatas di area Washington, D.C., namun meluas ke Kota New York dan akan “bergerak cepat ke area-area metropolitan lainnya,” menurut situs perusahaan ini.

London lulus dengan gelar filsafat dari Vassar. Ia memulai karirnya di dunia majalah, pertama sebagai asisten fesyen di Vogue dan kemudian sebagai editor fesyen senior di Mademoiselle.

 

5. Magic Johnson: Magic Johnson Enterprises

Ia melempar! Ia mencetak skor! Legendaris NBA, Earvin “Magic” Johnson, pencetak skor legendaris yang pensiun dua kali untuk L.A. Lakers, juga telah menjadi kepala sekaligus CEO Magic Johnson Enterprises.

Didirikan tahun 1987, MJE milik pribadi ini berfokus pada pengembangan bisnis di area-area perkotaan yang memiliki bermacam-macam suku. “Anda harus memainkan kekuatan,” Johnson menjelaskan pada USA Today. “Kekuatan saya adalah perkotaan di Amerika.” Perusahaannya juga memiliki, bermitra dengan, atau berinvestasi di perusahaan-perusahaan cukup terkenal di negara ini, termasuk 24 Hour Fitness, T.G.I. Friday’s, dan Starbucks.

[spoiler]

Magic Johnson (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Tahun 1991, Johnson—yang positif HIV—juga mendirikan Yayasan Magic Johnson, sebuah lembaga amal nonprofit yang mendanai program pencegahan dan pendidikan HIV/AIDS, memberikan beasiswa kuliah untuk siswa minoritas, dan inisiatif-inisiatif berbasis komunitas lainnya. “Menjalankan usaha dan beramal memang benar-benar bergandengan tangan. Ini merupakan cara terbaik untuk benar-benar menciptakan keuntungan bersama untuk semua orang,” jelas Johnson di situsnya. (**)

 

Sumber: allbusiness.com, uniknya.com, Juli 2012

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com