bannersss


5 Lokasi Harta Karun di Dunia

Oleh:  Afina Fatharani (kontributor uniknya.com) & Tim uniknya.com

[UNIKNYA.COM]: Pada Mei 2010 silam, Indonesia dikejutkan oleh temuan harta karun Kapal Karam Cirebon atau yang dikenal dengan “The Cirebon Wreck “. Harta karun tersebut merupakan peninggalan bersejarah. Namun, bukan sejarah Indonesia melainkan Cina. Harta karun yang ditemukan tersebut terdiri atas barang-barang porselen dengan corak dan peninggalan dinasti Cina. Nilai temuan harta karun tersebut mencapai milyaran rupiah. Sayang, atas alasan waktu yang kurang tepat, lelang barang dari harta karun tersebut tidak diikuti oleh peserta.

Perlu diketahui, harta karun adalah sejumlah besar harta atau kekayaan lain yang tersembunyi maupun yang ditemukan tapi tidak diketahui asal-usul nya. Kata karun berasal dari kata qarun atau karun, seorang tokoh pada zaman Nabi Musa yang disebutkan dalam Alquran sebagai Kitab Suci umat Islam. Karun adalah seorang yang kaya raya. Namun, tertimbun hartanya karena kesombongannya.

Perburuan harta karun telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Bahkan harta karun ini menjadi ide cerita pembuatan sebuah film di berbagai negara termasuk Indonesia. Pada episode kali ini, uniknya.com akan menayangkan sejumlah tempat-tempat di berbagai belahan dunia yang menjadi temuan harta karun.

 

1. Yamashita Treasure, Filipina

Harta karun Yamashita merupakan harta yang dijarah oleh pasukan Jepang saat Perang Dunia II. Letak harta karun ini di sebuah Teluk Filipina. Banyak orang yang masih percaya akan keberadaanya. Namun, karena situasi dan kondisi sekitarnya yang telah banyak berubah membuat harta karun jadi sulit ditemukan. Yamashita diambil dari nama seorang komandan pasukan Jepang tahun 1944, yaitu Tomoyuki Yamashita yang juga dijuluki “The Tiger of Malaya” . Harta karun ini sempat menjadi obyek dari gugatan kompleks yang diajukan di pengadilan Hawaii pada 1988. Masalah hukum tersebut melibatkan pemburu harta karun Rogelio Roxas dan Mantan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos.

Menurut berbagai laporan, penjarahan awalnya terkonsentrasi di Singapura dan kemudian diangkut ke Filipina. Orang Jepang berharap harta jarahannya tersebut bisa diangkut melalui kapal ke kepulauan depan Jepang setelah Perang Dunia berakhir. Namun, saat itu dilakukan, kapal selam musuh melakukan penyerangan yang mengakibatkan sejumlah kapal hancur dan tenggelam. Kejadian tersebut menjadi kabar yang cepat tersebar. Karenanya banyak orang yang melakukan perburuan harta karun, meski kebanyakan ahli dan sejarawan mengatakan tidak ada bukti kredibel atas klaim tersebut.

Pada 1992, Imelda Marcos mengklaim bahwa emas Yamashita menjadi bagian dari kekayaan suaminya, Ferdinand Marcos. Pada Maret 1998, seorang pemburu harta karun Filipina bernama Rogelio Roxas mengajukan gugatan di negara bagian Hawaii terhadap Ferdinand Marcos untuk pencurian dan pelanggaran HAM. Rogelio Roxas mengaku sebagai penemu harta karun setelah pada tahun 1961 bertemu dengan seorang mantan anggota tentara Jepang di lokasi harta karun yamashita. Di tempat tersebut, Rogelio menemukan sebuah ruangan dengan sejumlah peti. Ia hanya membuka satu peti yang isinya batangan emas serta ada sebuah patung Budha emas berwarna setinggi satu meter. Ia menuduh harta karun tersebut telah diambil keluarga Marcos.

 

[spoiler]

Yamashita Treasure (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

2.  Treasure of Lima, Peru

Kota Lima dikuasai Spanyol sejak abad ke -16 ketika mereka berhasil mengalahkan Suku Inca. Di abad-abad berikutnya, gereja katolik mengumpulkan harta yang besar di Kota Lima. Pada awal abad 19, Spanyol mulai mengalami kesulitan dengan koloninya karena perang kemerdekaan di Amerika Selatan. Pada tahun 1820 terjadi pemberontakan di Kota Lima yang membuat keadaan makin memburuk dan tak terkendali. Pemerintah Kota Lima melalui Raja Muda memutuskan untuk memindahkan harta kekayaannya ke sebuah kota di Negara Meksiko.

Harta-harta tersebut terdiri atas batu permata, tempat lilin, dan dua patung Maria yang sedang menggendong Yesus dengan ukuran sebesar manusia. Nilai total harta tersebut diperkirakan mencapai 600 milyar Rupiah. Tentunya jumlah yang sangat besar di zaman tersebut. Saking banyaknya, harta tersebut harus dimuat dalam 11 kapal dan dikomandani oleh Kapten William Thompson yang menahkodai Kapal Mary Dear.

Namun, Kapten William Thompson ternyata mantan perompak. Maka begitu kapal mulai berlayar, ia tak tahan dengan godaan harta yang dibawanya. Di perjalanan, ia kemudian membunuh orang-orang Peru dan dibuangnya ke laut. Harta tersebut kemudian dilarikan dan dikubur di Pulau Cocos di Lepas Pantai Kosta Rika. Kelompok William Thompson kemudian berpencar ke luar jika keadaan sudah aman. Akan tetapi, mereka ternyata tertangkap dan semua anggota komplotan digantung. William Thompson dan seorang kepercayaannya dipaksa untuk menunjukkan lokasi penguburan harta. Namun, di tengah perjalanan keduanya melarikan diri dan tak pernah kembali. Hingga saat ini sudah 300 ekspedisi pencarian harta karun di tempat tersebut. Namun, tak satu pun yang membuahkan hasil.

 

[spoiler]

Treasure of Lima (sumber: blogspot.com)

 

 

[/spoiler]

 

3. Pharaoh’s Missing Treasure, Mesir

Pada 1992, Howard Center menemukan makam Tutankhamen di Lembah Para Raja atau Valley of The Kings Mesir dan terpesona oleh kemegahan artefak-artefak yang terdapat di makam Raja Muda tersebut. Selain artefak, di sekitar makam tersebut juga terdapat banyak sekali batu-batu permata. Saking banyaknya, sampai-sampai Howard Center memerlukan 10 tahun untuk membuat katalog atas harta-harta tersebut.

Akan tetapi, harta-harta tersebut tidak ditemukan saat penggalian makam-makam Firaun lainnya di akhir abad ke-19. Makam-makam tersebut ditemukan dalam keadaan kosong tanpa barang-barang berharga. Ada yang mengatakan tidak ada harta karun di makam-makam tersebut. Namun, ada juga yang menyebutkan, pemerintah telah melakukan pengamanan atas harta-harta tersebut pasca penemuan harta karun oleh Howard Center pada 1992 silam.

Selain anggapan tersebut, ada juga yang menyebutkan jika harta-harta tersebut dijarah oleh para perampok makam atau pemburu harta karun. Namun, dengan jumlah yang sangat banyak, sangat tidak mungkin para penjarah menghabiskan harta-harta tersembunyi tersebut. Beberapa ahli menduga, harta tersebut diambil oleh para pendeta yang melakukan pemakaman atas dinasti raja-raja mesir ke-20 dan 21 pada tahun 425 hingga 343 SM. Meski tidak ada yang tahu pasti. Namun, umumnya orang yakin harta karun tersebut akan terungkap dengan sendirinya.

 

[spoiler]

Pharaoh's Missing Treasure (sumber: blogspot.com)

 

 

[/spoiler]

 

4.  Montezumas’s Treasure, Meksiko

Pada 1 Juli 1529, terjadi pembantaian terhadap suku Aztec di Meksiko yang dilakukan oleh orang-orang Spanyol pimpinan Hernando Cort’s. Dalam sebuah aksinya, dia berhasil membunuh kaisar Montezuma. Akan tetapi, Hernando Cort dan pasukannya dikepung para kesatria Aztec yang marah. Peristiwa tersebut terjadi di Ibu Kota Tenochtitln. Setelah beberapa hari pertempuran Hernando Cort’s memerintahkan pasukannya untuk mengumpulkan harta Montezuma yang paling berharga untuk dibawa kabur.

Namun, belum jauh mereka melarikan diri, pasukan Aztec mengejarnya hingga kembali terjadi pertempuran di Danau Tezcuco. Banyak korban tewas dalam pertempuran tersebut. Tidak jelas siapa yang memenangkan pertempuran tersebut. Hanya saja, Hernando Cort’s dan pasukannya memilih membuang harta rampasannya dan melarikan diri.

Setahun kemudian, Hernando Cort’s kembali ke danau tersebut dengan maksud mengambil harta yang gagal dirampasnya, tapi mereka tidak pernah menemukan harta tersebut lagi. Sampai sekarang, para pencari harta karun masih sibuk mencari peninggalan suku Aztec tersebut di sekitar Kota Tenochtitln yang sekarang telah berganti nama menjadi Mexico City. Meski harta karun Montezuma masih misteri, namun salah satu perusahaan digital tertarik untuk membuat game zuma yang terkait dengan keberadaan harta karun tersebut.

 

[spoiler]

Montezumas’s Treasure (sumber: blogspot.com)

 

,

 

[/spoiler]

 

5. The Amber Room, Rusia

Tersusun dalam tiga tingkat, ruangan amber atau the Amber Room  bertahtakan permata-permata yang tak ternilai harganya. Di dalam ruangan tersimpan berbagai benda seni buatan Prusia, Rusia yang paling berharga. Ruangan ini dibuat oleh Raja Friedrich I dari Prusia untuk diberikan kepada Kaisar Rusia, Peter Agung pada tahun 1716. Ruangan amber atau the Amber Room terletak di Istana Katherine dekat Saint Petersburg dan bernilai 1,5 triliun Rupiah.

Saat Hitler dengan pasukan Nazi nya meluluh lantakkan Leningrad yang saat ini bernama Saint Petersburg pada Oktober 1941, mereka menjarah the Amber Room  dan memindahkannya ke Istana Knigsberg selama masa perang. Ketika Istana Knigsberg menyerah pada April 1945, the Amber Room menghilang dan sampai sekarang tidak ditemukan lagi. Apakah sudah hancur oleh bom Soviet sendiri atau tersembunyi dalam bunker yang terletak di luar kota. Tidak ada yang tahu pasti mengenai nasib the Amber Room.

Pada tahun 1979, Pemerintah Uni Soviet saat itu melakukan upaya dengan membangun kembali the Amber Room di Tsarskoye Selo. Pada 2003, setelah puluhan tahun dikerjakan oleh pekerja Rusia dengan biaya sumbangan Pemerintah Jerman, the Amber Room akhirnya berhasi direkonstruksi dan diresmikan di Istana Katherine, Saint Petersburg, Rusia. (**)

 

[spoiler]

The Amber Room (sumber: blogspot.com)

 

 

[/spoiler]

 

Sumber: Berbagai sumber, Uniknya.com, Juni 2012

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com