bannersss


5 Kesalahan Medis yang Ekstrem

Oleh:  Afina Fatharani (kontributor uniknya.com) & Tim uniknya.com

[UNIKNYA.COM]: Ketika datang ke rumah sakit, setiap pasien tentu berharap dokter atau petugas kesehatan yang menanganinya adalah orang-orang profesional, andal, dan tentu saja berpengalaman dalam menangani sakit yang dideritanya. Sehingga setelah mendapat penanganan yang tepat, sang pasien dapat pulang dengan kondisi yang lebih baik dan tentu saja lebih sehat.

 

Tapi, terkadang ada hal-hal yang berada di luar kendali manusia terjadi. Bukan karena ketidakmampuan para petugas medis, melainkan karena kesalahan yang sifatnya manusiawi, sehingga terkadang mereka pun melakukan kesalahan yang tentu saja tidak di sengaja. Namun, karena bidang kerja mereka berkaitan dengan nyawa manusia, tentu saja kesalahan seperti itu seharusnya bisa diminimalisasi dan dihindari. Karena kalau tidak, akan sangat berbahaya dan bisa membuat pasiennya menemui ajal.

Berikut ini, uniknya.com coba mengupas beberapa kesalahan dalam dunia medis yang sangat mengejutkan dan ekstrem yang pernah terjadi.

 

1. Pengobatan yang Tertukar

Apabila Anda memiliki nama yang juga banyak dipakai oleh orang lain, berhati-hatilah saat berobat ke rumah sakit. Jangan sampai hanya karena memiliki nama yang sama, Anda celaka atau setidaknya mendapat efek yang tidak enak karena pengobatan yang salah. Karena itu, walaupun Anda mungkin sedang tidak sehat dan sedang dalam perawatan, kewaspadaan tetap harus Anda jaga. Atau setidaknya Anda bisa memperingatkan hal itu kepada saudara atau kerabat yang menemani Anda di rumah sakit. Pastikan nama, tanggal lahir, dan barcode pada gelang di pergelangan tangan Anda sesuai dengan identitas diri Anda.

Pengobatan yang tertukar pernah dialami seorang wanita bernama Kerry Higuera. Saat usia kandungannya memasuki bulan ketiga, Kerry mengalami pendarahan sehingga ia khawatir akan mengalami keguguran. Untuk menyelamatkan janin yang dikandungnya, wanita asal Peoria, Arizona ini segera dibawa ke unit gawat darurat Banner Thunderbird Medical Centre di Glendale, Arizona.

Seorang perawat kemudian membawanya ke ruang ct scan, yaitu generator pembangkit sinar-x. Semula Kerry ragu dan sempat bertanya apakah ia memang memerlukan penanganan itu. Namun setelah perawat meyakinkan bahwa itu adalah permintaan dokter, Kerry pun akhirnya setuju.

Setelah menjalani proses itu dan kembali ke ruang perawatan, Kerry dan suaminya memperoleh kabar yang mengejutkan. Ternyata yang seharusnya menjalani ct scan perut bukan dirinya, melainkan wanita lain yang namanya sama dengan dirinya. Apalagi setelah ia mengetahui, pada beberapa kasus, janin yang terpapar radiasi sinar-x akan mengalami masalah pertumbuhan fisik dan mental. Beruntung kesalah ini tidak mengakibatkan efek yang fatal. Bayi yang dikandung Kerry terlahir dengan selamat dan normal, tanpa ada cacat lahir.

 

[spoiler]

 

 

 [/spoiler]

 

2. Alat Operasi Ketinggalan di Tubuh

Apabila Anda merasakan sakit yang tak terduga, atau bengkak setelah operasi, ada baiknya Anda menanyakan hal ini kepada dokter atau perawat. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai Anda mengalami kejadian seperti seorang pasien yang bernama Nelson Bailey.

Pria yang berprofesi sebagai hakim ini harus berjuang menahan sakit setelah menjalani operasi, sempat dilakukan beberapa kali ct scan dan usaha identifikasi untuk mengetahui penyebabnya rasa sakit ini, namun tetap tidak teridentifikasi.

Setelah sekian kali berusaha, dokter kemudian membedah kembali perut Bailey dan menemukan spons di dalamnya. Menurut Bailey yang berasal dari Palm Beach County, Florida ini, spons yang tertinggal di perutnya setelah operasi itu sudah membusuk dan menyebabkan masalah serta infeksi di ususnya.

 

[spoiler]

 

[/spoiler]

 

3. Pasien Hilang

Anda harus hati-hati kalau ada salah satu anggota keluarga yang menderita demensia. Penyakit ini ditandai dengan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom.

Pikun merupakan gejala umum demensia, walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia. Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu mereka lambat laun kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.

Banyak penyakit, sindrom menyebabkan demensia, seperti stroke, alzheimer, parkinson, AIDS, dan lain-lain, demensia pada alzheimer dikategorikan sebagai simtoma degeneratif otak yang progresif. Mengingat beban yang ditimbulkan penyakit ini, masyarakat perlu mewaspadai gangguan perilaku dan psikologik penderita demensia alzheimer.

Jangan sampai seperti yang dialami Maria Cole. Pasien penderita demensia Alzheimer ini menghilang dari kamar perawatannya. Ia baru ditemukan empat hari kemudian, dalam lemari penyimpanan. Rupanya ia berjalan sendiri ke dalam lemari dan terperangkap di sana. Akibat kejadian itu, Cole menderita dehidrasi parah dan meninggal.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

4. Operasi Bagian Tubuh yang Salah

Saat hendak menjalani proses operasi di rumah sakit, tak ada salahnya kalau Anda agak cerewet kepada setiap petugas kesehatan mengenai bagian tubuh mana yang hendak di operasi. Hal itu untuk memastikan Anda mendapat penanganan yang tepat di bagian tubuh yang memang perlu pembedahan.

 Anda tentu tidak ingin seperti Jesse Matlock. Bocah berusia 4 tahun asal Vancouver, Washington ini harus menanggung akibat kelalaian para petugas kesehatan. Dokter yang menanganinya mengoperasi mata kiri, padahal yang bermasalah adalah mata kanannya. Ahli bedah tidak menyadari kesalahan ini sampai operasi berakhir. Biasanya, dokter melakukan operasi di tubuh yang salah, kemungkinan karena dokter bedah salah membaca atau tanda yang hilang.

 

[spoiler]

 [/spoiler]

 

5. Salah Memasukkan Tabung

 Kesalahan tindakan medis selanjutnya menimpa seorang bayi berusia 19 bulan, Alicia Coleman. Sebenarnya Alicia terlahir dengan kondisi yang relatif sehat walaupun ia terlahir premature 3 bulan dan beratnya kurang dari satu kilogram.

Kondisi Alicia memburuk saat usianya menginjak 12 hari karena mengalami infeksi usus. Meski demikian, gadis kecil ini mampu bertahan melalui 15 prosedur bedah dan sederetan proses pengobatan hingga usianya mencapai satu tahun. Menurut sang ibu, ia sangat optimistis. Namun, pada usia 19 bulan, Alicia tiba-tiba meninggal dunia. Menurut sebuah pernyataan, petugas medis keliru menyuntikkan beberapa obat Alicia ke dalam kateter yang terhubung ke pembuluh darah.

 Menurut pernyataan lain, kematian Alicia terjadi akibat kekeliruan perawat dalam memasang tabung untuk dada dan tabung untuk makan yang menuju lambung yang sekilas tampak mirip. Karenanya perawat salah menempatkan tabung untuk makan ke dalam dada Alicia Coleman yang membuatnya meninggal akibat obat yang dimasukkan dalam tabung menghentikan jantungnya.

 

[spoiler]

 

 

[/spoiler]

 

tambahan:

1. Bangun Saat Operasi

Apabila Anda menjalani perawatan yang menyebabkan harus dioperasi, ada baiknya Anda bertanya kepada dokter atau petugas medis lainnya mengenai pembiusan yang akan Anda dapatkan dan bagaimana pengaruhnya bagi Anda. Sikap kritis memang diperlukan agar Anda merasa tenang saat menghadapi operasi dan dapat menjalani operasi dengan lancar tanpa ada penderitaan tambahan.

Pemberian dosis anastesi yang kurang tepat dapat menyebabkan seorang pasien terbangun saat operasi. Akibatnya, tentu saja sang pasien harus menderita rasa sakit yang luar biasa saat operasi berlangsung. Seperti yang dialami Erin Cook yang terbangun ketika ia tengah menjalani operasi pengangkatan tumor ovarium.

Erin tiba-tiba terbangun dan merasa sakit seperti terbakar ketika luka terbuka. Ia merasa terjebak karena tak dapat bergerak atau berbicara, ternyata diketahui vaporizer gas bocor selama operasi, jadi ia hanya mendapatkan 5 persen dari anestesi yang dibutuhkan.

 

[spoiler]

 [/spoiler]

 

Itulah beberapa kesalahan medis yang pernah terjadi. Kesalahan itu tentu saja sangat membahayakan dan bisa membuat nyawa pasien melayang. Kesalahan-kesalahan penanganan medis bisa terjadi setiap hari di rumah sakit di negara mana pun. Karana itu, apabila Anda saat ini sedang menjalani perawatan, tidak ada salahnya Anda banyak bertanya kepada dokter mengenai pengobatan yang Anda jalani. Dengan begitu, Anda bisa menghindari kekeliruan dalam pengobatan, dan bisa sembuh seperti sediakala.(**)

 

 

Sumber: Berbagai sumber, Uniknya.com, Juni 2012

 ** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

 

One Response to 5 Kesalahan Medis yang Ekstrem

  1. itu yg nomer ko bisa ya?
    sadis bener ..kasian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com