5 Negara Sekuler Eropa dengan Populasi Islam Terbesar (Bagian II – Habis)

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Negara sekular adalah salah satu konsep sekularisme, dimana sebuah negara menjadi netral dalam permasalahan agama, dan tidak mendukung orang beragama maupun orang yang tidak beragama. Negara sekular juga dideskripsikan sebagai negara yang mencegah agama ikut campur dalam masalah pemerintahan, dan mencegah agama menguasai pemerintahan atau kekuatan politik.

Namun demikian, dibalik sitem yang sekuler tersebut, Islam mampu berkembang dan memikat banyak orang di negara-negara Eropa. Berikut 5 negara sekuler Eropa dengan populasi Islam terbesar:

 

1. Belgia

Total Jumlah penduduk: 10,3 juta

Penduduk Muslim: 0,4 juta (4%)

Islam adalah salah satu dari tujuh agama yang diakui di Belgia. Status ini membuat adanya fasilitas, juga subsidi bagi pengajaran agama tersebut di sekolah-sekolah, termasuk penyediaan guru. Meski begitu tetap saja ada komplain karena dirasakan adanya diskriminasi. Ketegangan ini terjadi karena masalah penggangguran dan kemiskinan. Mayoritas muslim Begia berasal dari Maroko dan Turki, sebagian juga berasal dari Albania.

 

[spoiler]

Belgia (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

2. Jerman

Total populasi: 82.5 juta

Penduduk Muslim: 3 juta (3,6%)

Sebagian besar penduduk Muslim di negeri ini berasal dari Turki, dan mereka tetap mempertahankan hubungan kuat ke Turki. Juga, orang-orang yang datang dari Bosnia dan Kosovo selama Perang Balkan. Sampai saat ini umat Islam dianggap “pekerja tamu”, yang suatu hari akan meninggalkan negara itu.

Isu kekerasan rasis adalah masalah yang sensitif, dengan pihak berwenang mencoba berbagai strategi untuk mengeliminir hal itu. Berbagai langkah diambil pihak berwenang untuk meningkatkan persatuan.

 

[spoiler]

(sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

3. Swedia

Total populasi: 9 juta

Penduduk Muslim: 300,000 (3%)

Populasi Muslim di Negara ini cukup luas – dengan kelompok-kelompok yang signifikan dari Turki, Bosnia, Irak, Iran, Lebanon dan Suriah. Swedia termasuk Negara yang menjunjung multiculturalism. Negara ini menjunjung nilai-nilai toleransi di antara umat serta memberi peluang kepada imigran untuk menjadi warga negara setelah tinggal berturut-turut selama lima tahun.

Perkembangan populasi Muslim yang signifikan ini juga membuat negara memberi bantuan dana pada badan perwakilan negara. Meski negara berusaha bersikap baik pada golongan minoritas, seperti umumnya negara-negara Eropa yang memiliki komunitas Islam signifikan, tetap saja muncul kritik perlakuan diskriminatif terhadap umat Islam yang merasa terlalu sering dipersalahkan atas masalah-masalah kemasyarakatan.

 

[spoiler]

(sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

4. Inggris

Total populasi: 58.8 million

Penduduk Muslim: 1,6 juta (2,8%)

Inggris memiliki sejarah panjang kontak dengan umat Islam, hubungan ini dari Abad Pertengahan dan seterusnya. Pada abad 19 orang-orang Yaman datang untuk bekerja di kapal, membentuk komunitas muslim pertama di Negara itu. Tahun 1960-an, sejumlah besar umat Islam tiba, mereka berasal dari di bekas koloni Inggris yang mendapat tawaran pekerjaan di Inggris.

Di antaranya dari Afrika timur Asia, Asia selatan. Masyarakat muslim juga terbentuk karena lahir di Inggris dan menjadi warga Negara, setidaknya mencapai 50 persen. Komunitas islam lainnya adalah berasal dari Turki, Iran, Irak, Afghanistan, Somalia dan Balkan juga ada. Sensus tahun 2001 menunjukkan sepertiga dari penduduk Muslim berusia di bawah 16 tahun- proporsi tertinggi untuk grup manapun.

Yang menjadi persoalan di sini adalah tingginya tingkat pengangguran, rendahnya tingkat kualifikasi dan rendah kepemilikan rumah. Inggris juga mendukung multikulturalisme, sebuah gagasan yang dianut oleh negara-negara lain yang, secara umum bermakna menerima semua budaya memiliki nilai yang sama dan pemerintah terlibat melindungi kelompok minoritas.

 

[spoiler]

(sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

5. Spanyol

Total populasi: 43.1 juta

Penduduk Muslim: 1 juta (2,3%)

Hampir delapan abad bangsa Moor menguasai Spanyol, berakhir pada tahun 1492, memberikan negara itu warisan budaya Islam yang kuat, terutama dalam arsitekturnya. Populasi Muslim modern mulai berdatangan dalam jumlah yang signifikan di tahun 1970-an. Kebanyakan berasal dari Maroko yang datang untuk bekerja di bidang pariwisata dan pertumbuhan berikutnya datang ketika keluarga mereka bergabung dengan mereka.

Negara mengakui Islam dan memberi sejumlah hak istimewa termasuk ajaran Islam di sekolah-sekolah dan hari libur keagamaan. Meski begitu laporan bahwa adanya ketegangan terhadap imigran Muslim tetap terajdi. Tapi yang mengejutkan adalah meletusnya serangan teroris pada stasiun kereta api di Madrid 2004, yang menyebabkan terbunuhnya 191 orang. Tersangkanya adalah Islam radikal.

 

[spoiler]

(sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Tambahan:

Italia

Total populasi: 58.4 million

Penduduk Muslim: 825,000 (1.4%)

Populasi Muslim beragam, kelompok terbesar datang dari Maroko. Selebihnya dari Afrika Utara, Asia selatan, Albania, dan Timur Tengah. Kebanyakan mereka datang dari tahun 1980-an dan seterusnya, banyak dari mereka awalnya sebagai mahasiswa.

Pemerintah Italia berusaha menciptakan hubungan yang baik antara negara dan komunitas muslim. Rata-rata angka kelahiran bayi muslim di Italia lebih dari 160.000 jiwa. Banyak penduduk muslim memiliki hak untuk tinggal dan bekerja di Italia, meski bukan warga negara.(**)

 

[spoiler]

(sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Sumber: ardi-lamadi.blogspot.com, uniknya.com, Agustus 2012

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com