5 Fakta di Balik Ambruknya WTC, 9 September 2011

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Hancur dan ambruknya sebuah gedung terbesar di pusat Kota Manhattan, WTC 7 pada 11 September 2001, masih terbayang di benak para keluarga korban dan rakyat Amerika Serikat hingga saat ini. Bagaimana tidak di hari yang penuh rutinitas para pekerja dan wisatawan sibuk berkunjung menikmati keramaian kota, tiba-tiba sebuah pesawat menabrakkan diri ke gedung dan seketika gedung tersebut ambruk ke tanah. Jerik dan teriak kepanikan semakin menjadi ketika gulungan debu tebal mengudara. Peristiwa ini pun menjadi berita utama di berbagai media massa di dunia, terlebih isu yang diangkatnya adalah sebuah serangan teroris yang didalangi oleh pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden. Namun demikian seperti sebuah peristiwa lainnya yang diduga terdapat konspirasi di dalamnya, ambruknya WTC 7 ini mengundan beberapa kontroversi, berbagai pihak bahkan sengaja melakukan penelitian dan penyelidikan baik secara formal maupun non-formal. Untuk itu berikut uniknya.com merangkum 5 kontroversi di balik amruknya WTC 7 pada 9 September 2001.

1. Struktur Gedung yang Kuat
[spoiler]

(sumber : japanfocus.org, uniknya.com)

[/spoiler]

 

World Trade Center 7 (WTC 7) merupakan salah satu gedung terbesar yang terletak di pusat Kota Manhattan. Gedung ini memiliki 47 lantai, dan setengah dari ketinggiannya hampir dapat dilihat dari berbagai sudut Kota Manhattan. Sehingga tidak heran jika gedung yang paling dekat dengan gedung Menara Kembar (Twin Tower, WTC 1) ini memiliki struktur rangka baja yang kuat.

2. Memiliki Pusat Komando Darurat Kota
[spoiler]

(sumber : moonbattery.com, uniknya.com)

[/spoiler]

 

WTC 7 ini memiliki sebuah ruangan di lantai 23 yang dipergunakan sebagai Pusat Komando Darurat untuk mengendalikan segala sesuatu yang akan terjadi di sekitar Kota New York. Ruangan ini dibangun oleh Walikota Rudolph Giuliani pada pertengahan 1990-an. Dan suati ketika pada 11 September, diketahui Walikota Rudolph Giuliani tidak berangkat menuju ruangan tersebut –sebuah ruangan yang secara jelas dapat melihat situasi dan kondisi gedung Menara Kembar. Di tanggal itu sang walikota dikabarkan pergi dan mendiami salah satu kantornya yang terletak di 75 Barkley Street.  Bukan hanya kantor walikota saja, di dalam WTC pun terdapat beberapa kantor agen pemerintah AS. Termasuk di dalamnya kantor Departemen Pertahanan, CIA, Secret Service, IRS, terakhir Kantor Komisi Keamanan dan Perdagangan. Bersamaan dengan peristiwa 9/11, pemerintah AS sedang menyelidiki sebuah kasus yang melibatkan perusahaan Enron, dan diduga semua arsip yang akan diperiksa hancur bersamaan dengan ambruknya WTC.

3. Tabrakan Pesawat Bukan Satu-Satunya Penyebab
[spoiler]

(sumber : spideykicksbutt.com, uniknya.com)

[/spoiler]

 

Ambruknya WTC 7 secara signifikan tidak disebabkan oleh pesawat yang menabraknya saja, berdasarkan penyelidikan terhadap reruntuhan puing bangunan. Suatu sore di hari kejadian (9 September 2001), terlihat ada percikan api kecil yang tidak diketahui sumbernya dari dalam gedung.

4. Hancur Dengan Cepat
[spoiler]

(sumber : verysmartbrothas.com, uniknya.com)

[/spoiler]

 

Pada 11 September 2001, 17:30 tiba-tiba WTC 7 ambruk dalam waktu yang singkat. Kehancuran itu dimulai dari ruangan lantai atas, dan seketika itu pula sebanyak 47 lantai gedung pun hancur tidak kurang dari 7 detik. Peristiwa ini dapat dilihat dalam rekaman video CBS, dan NBC news.

5. Bukti Penggunaan Bahan Peledak
[spoiler]

(sumber : exohuman.com, uniknya.com)

[/spoiler]

 

Pada 16 September 2001, NASA menerbangkan sebuah pesawat untuk menyelidiki situasi dan kondisi yang terjadi setelah ambruknya WTC 7 dengan menggunakan sensor radiasi infra merah. Alat tersebut digunakan untuk mengetahui adanya suhu panas yang terdapat di permukaan tanah di sekitar gedung yang ambruk. Dan berdasarkan analisa yang dilakukan pemerintah AS melalui Survey Geologi, data menyebutkan adanya sebuah temperatur permukaan yang mencurigakan. Peta termal (panas) ini menunjukan lima hari setelah WTC 7 itu ambruk, suhu permukaan tanahdan puing reruntuhannya berada pada suhu 1,341º F yang mengindikasikan penggunaan bahan peledak dalam upaya menghancurkan WTC 7 dengan cepat.(**)

Sumber: wtc7.net, uniknya.com, September 2012.

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com