5 Fakta Negara Haiti

Oleh : Afina Fatharani

[UNIKNYA.COM]: Haiti memang bukanlah negara yang populer di dunia. Apalagi negara ini pun menempati tempat yang kecil sekali di pojok peta dunia. Selain itu, negara ini juga tidak bisa lepas dari kubangan kemiskinan dan kebodohan. Ketimpangan sosial begitu nyata terjadi, ditambah dengan kondisi pemerintahan yang tidak stabil, membuat pendidikan anak-anak Haiti pun terabaikan. Akibatnya, tingkat buta huruf di salah satu negara di wilayah Karibia ini pun termasuk tinggi. Dan akhirnya hal itu membuat Haiti seperti berputar-putar dalam lingkaran setan, kemiskinan yang melahirkan kebodohan.

Negara ini melepaskan diri dari belenggu penjajahan Perancis melalui serangkaian pertempuran fisik pada awal abad ke-19. Perancis dan Kreol adalah bahasa resmi bangsa ini seperti yang tercatat dalam budaya dunia dan warisan. Tulisan-tulisan yang menonjol sebagian besar ditemukan dalam bahasa Kreol daripada Perancis  Meski demikian, sebagai salah satu wilayah di Karibia, Haiti juga menyimpan pesona keindahan yang sangat potensial menjadi daya tarik negara. Kondisi politik yang stabil dan manajemen pengelolaan negara yang baik bisa mengantarkan Haiti kea rah yang lebih baik. Namun, hal itu akan semakin jauh bila para pemimpin negara mungil ini tetap egois dan haus akan manisnya kekuasaan. Berikut uniknya.com merangkum 5 keunikan negara Haiti.

 

1. Voodoo

 

Voodoo merupakan cabang-cabang dari suatu tradisi keagamaan spiritis-animis yang berasal dari leluhur bangsa Afrika Barat. Penganut voodoo melakukan peribadatan kepada arwah roh-roh dan lebih berorientasi pada animisme dan dinamisme. Orang-orang yang mempraktikan ajaran voodoo terhubung dengan roh-roh dengan melakukan upacara ritual yang rumit dengan melalui perantara benda-benda keramat.

 

(sumber : blogspot.com, uniknya.com)

 

Salah satu negara yang terjenal dengan praktik voodoo adalah Haiti. Sebagai negara yang sebagian besar penduduknya merupakan kaum kulit hitam yang memiliki leluhur dari Benua Afrika, sebagian rakyat Haiti juga mempraktikan kepercayaan tradisional yang berakar dari Afrika Barat ini. Hal itu membuat mereka dekat dengan ilmu sihir dan mistisisme.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Di Haiti ada sebuah kuil voodoo yang disebut Honfour. Di dalam kuil inilah, para pelaku voodoo atau vodouistis mempersiapkan ritual persinggahan yang diiringi dengan lagu-lagu dan bacaan-bacaan tertentu untuk Tuhan mereka, Lwa. Kegiatan ini dipimpin oleh seorang tokoh yang menjadi semacam sesepuh di antara mereka. Ritual dan peribadatan penganut voodoo yang menyeramkan membuat kepercayaan ini sering dikaitkan dengan pemujaan terhadap setan. Dengan kemampuan mengendalikan mayat hidup atau zombie, atau perkakas lain yang lebih terkenal, yaitu boneka. Mirip dengan santet di Indonesia, dukun akan menusuk-nusuk boneka dengan jarum dan membaca semacam ramalan tertentu, sehingga membuat orang yang dituju merasa kesakitan atau celaka. Tidak lupa untuk memenuhi persyaratan, si boneka harus dikucuri darah, baik darah burung gagak, anjing hitam, maupun hewan lainnya.

Di dunia ini, para penganut voodoo tidak berjalan sendiri. Mereka memiliki wadah seperti Wesner Morency serta National Confederation of Haitian Voodoo. Di Haiti, konon para penganut voodoo merupakan 50 % dari jumlah populasi penduduknya.

 

2. Bencana Alam  

 

Masih lekat dalam ingatan sebagian besar warga dunia, ketika gempa besar menimpa Haiti pada 12 Januari 2010 pukul 04.53 waktu setempat. Ya, negara ini mengalami goncangan sebesar 7 skala richter selama beberapa detik. Ketika bumi berhenti bergoyang, rakyat Haiti pun dihadapkan pada kenyataan yang mengerikan.

 

(sumber : blogspot.com, uniknya.com)

 

Guncangan gempa yang terjadi hanya beberapa saat itu telah menjadi salah satu bencana terburuk yang pernah terjadi di dunia. Kerusakan terjadi di mana-mana. Di Ibu Kota Port Au Prince, sebagian besar bangunan ambruk dan rata dengan tanah, mengubur para penghuni yang ada di dalamnya. Buruknya konstruksi bangunan dan rakyat Haiti yang tidak terlatih dalam menghadapi bencana gempa, membuat korban diperkirakan mencapa 200 ribu jiwa. Selain itu, gempa bumi terjadi di kedalaman yang relatif dangkal, yaitu 10 km dengan pusat gempa di wilayah yang padat penduduk, membuat musibah ini meminta korban jiwa yang sangat banyak.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Gempa bumi hanya salah satu dari sekian banyak bencana yang sering menerpa Haiti. Sepanjang abad ke-21 ini saja, negeri ini pernah diamuk empat badai tropis yang menewaskan sekitar 800 orang pada 2008. Badai pembunuh pada 2004 dan 2005, lalu banjir besar di tahun 2002 dan 2003, hingga dua kali pada tahun 2006 dan 2007.

Banyak bencana di negera ini, salah satunya karena berada di lintasan badai dan lempeng tektonik. Selain itu, kemunduran lingkungan dan kemiskinan memperbesar dampak negatifnya. Baru-baru ini, Haiti pun dihantam badai isaac yang juga menghantam Florida dan New Orleans, Amerika Serikat.

Selain bencana yang disebabkan fenomena alam, Haiti pun sering menderita akibat bencana yang disebabkan oleh ulah-ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Penebangan hutan merajalela membuat laju deforestasi sangat cepat. Akibatnya Haiti terancam bencana longsor akibat ketiadaan pohon.

 

3. Biskuit Lumpur Penawar Lapar

 

Apabila Anda bertanya apa makanan khas rakyat Haiti, mungkin salah satu yang bisa diajukan adalah biscuit lumpur, tetapi tidak seperti makanan lain, hidangan ini disajikan sebagai bukti beratnya kehidupan rakyat Haiti. Saking melaratnya, mereka bahkan harus menyantap makanan yang bahan utamanya adalah tanah. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila kita selalu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

 

(sumber : blogspot.com, uniknya.com)

 

Kisah tentang tragisnya kaum miskin Haiti ini memang nyata. Ketidakmampuan membeli makanan yang layak membuat rakyat miskin Haiti memakan biscuit yang terbuat dari campuran lumpur dan garam yang dikeringkan. Demi bertahan hidup daripada mati menahan lapar. Bayi-bayi kurus mereka pun ikut turut merasakan artinya berjuang dalam bertahan hidup melawan rasa lapar dan ketidakberdayaan,

Lumpur tentu saja  bukan makanan yang baik karena sejatinya lumpur memang bukan bahan makanan. Di dalamnya bisa saja terkandung toksin dan parasit yang berbahaya bagi kesehatan. Dengan kenaikan harga makanan, masyarakat paling miskin di Haiti tidak mampu membeli sepiring nasi untuk mengisi perut yang lapar dengan makanan. Keadaan ini memaksa mereka mengambil langkah yang mungkin Anda tidak dapat bayangkan semata-mata untuk mengganjal perut., yaitu menyantap biskuit lumpur.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Truk-truk pedagang akan membawa bertong-tong lumpur ke pasar La Saline dari pusat Bandar Hinche dan puluhan wanita berebut membeli bahan tersebut untuk diproses menjadi biscuit. Dengan mengankat beberapa tong lumpur dan air sambil menaiki anak tangga menuju ke bagian atap sebuah bekas penjara. Batu-batuan dan kerikil lumpur dipisahkan dengan sehelai kertas sebelum bahan-bahan tadi diolah bersama dengan sedikit garam.

Adonan kemudian dibentuk menjadi biscuit bulat dan dibiarkan kering di bawah sinaran matahari terik. Biscuit-biskuit yang telah siap dimasukkan ke dalam tong untuk dijual di pasar atau tepi-tepi jalanan. Lumpur mengandung toksin atau parasit yang dapat membawa maut. Namun, menurut seorang professor imunologi dari Universiti State Colorado yang mengkaji pemakanan lumpur, Gerald N.Callahan, lumpur juga berpotensi memperkuat tahap imun janin dalam rahim terhadap beberapa jenis penyakit.

 

4. Katak Bernyanyi

 

Belum lama ini, para ahli konservasi dari Conservation International berhasil menemukan kembali 6 jenis katak endemic Haiti. Katak ini sangat istimewa karena suaranya sangat elok seperti nyanyian. Lebih istimewanya lagi, katak jenis ini telah menghilang selama puluhan tahun dan diduga punah. Enam jenis katak yang ditemukan ialah katak Hispaniolan Ventriloquial, katak Mozart, katak rumput La Selle, katak Macayadada berbintik, katak Hispaniola bermahkota, dan katak Macaya Burrowing.

 

(sumber : blogspot.com, uniknya.com)

 

Spesies katak ini mampu menipu predator yang memburunya dengan memindahkan suaranya ke tempat lain yang jaraknya jauh. Jenis lain yang juga unik adalah katak Macaya Burrowing yang suka menggali liang di tanah. Jenis ini punya mata hitam dan kaki belakang berwarna orange.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Lalu ada katak Mozart, dinamai mirip nama komponis Wolfgang Amadeus Mozart karena menghasilkan suara yang mirip nada-nada musik. Pada malam hari bunyinya seperti siulan empat nada, sedangkan pada senja dan petang seperti siulan dua nada. Temuan paling mengejutkan adalah katak rumput La Selle yang sudah tidak dijumpai selama 25 tahun.

 

5. Pantai Labadee

 

Labadee adalah sebuah area terpencil di Pantai Utara Haiti dengan luas 260 acre. Semenanjung ini merupakan resor pribadi yang dimiliki Royal Caribbean International sekaligus menjadi pelabuhan buat para penumpang kapal pesiar Royal Caribbean. Keindahan pantai ini telah menarik hati para wisatawan untuk berkunjung ke wilayah Haiti. Oleh karena itu. Perusahaan kapal pesiar ini setidaknya telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan Haiti dari sector pariwisata sejak 1986.

 

(sumber : blogspot.com, uniknya.com)

 

Resort ini murni untuk turis dan dijaga petugas keamanan perusahaan. Untuk keamanan para wisatawan, area ini dipagari dari area sekelilingnya sehingga terpisah dari perkampungan penduduk lokal. Selain itu, untuk menjaga keamanan, penumpang dari kapal pesiar tidak diizinkan meninggalkan area ini. Di sekitar kawasan ini ada pasar loak, pantai, olahraga air, taman bermain, dan flying fox. Daerah sekitar Labadee cukup menyenangkan, tetapi pantainya cukup berbatu sehingga memakai sandal di dalam air sangat disarankan.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Pantai Labadee berasal dari nama orang Perancis yang pertama kali tinggal di wilayah ini pada abad ke-17, Marquis De La’badie. Tempat ini sempat ditutup oleh Royal Carribean ketika terjadi kerusuhan politik di Haiti. Ketika gempa mengguncang Haiti, perusahaan ini memberikan sumbangan sebesar satu juta dollar Amerika Serikat dan mengangkut bahan makanan dengan kapal pesiar mereka untuk membantu rakyat Haiti yang sedang terkena musibah.(**)

 

Sumber: Dari berbagai sumber, Uniknya.com, November 2012

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com