bannersss


5 Keunikan Ayam-Ayam Hias

Oleh : Afina Fatharani

[UNIKNYA.COM]: Ayam merupakan hewan yang sangat familiar bagi rakyat Indonesia. Salah satu jenis unggas ini dapat dijumpai di setiap pelosok wilayah Indonesia dan merupakan salah satu binatang peliharaan yang banyak digemari. Para pemelihara ayam di Indonesia bukan hanya peternak professional yang memiliki modal besar, tetapi juga para penduduk yang memelihara dua tiga ekor ayam di rumahnya, apalagi di wilayah perkampungan, ayam merupakan hewan peliharaan yang lazim dimiliki setiap keluarga.

Cara perawatannya yang mudah dan tidak memerlukan biaya besar, membuat ayam menjadi salah satu pilihan sebagai binatang peliharaan yang menguntungkan karena selain dagingnya yang lezat, ayam juga memiliki nilai ekonomis yang lumayan untuk menambah penghasilan. Ayam juga bisa menjadi hewan kesayangan karena memiliki keunikan tersendiri. Misalnya ayam pelung yang memilili suara indah dan kokohan yang panjang. Selain itu, para penggemar ayam akan rela merogoh kocek dalam-dalam demi memiliki penampilan unik dan cantik. Tidak heran bila harga ayam hias pun meroket tajam. Berikut uniknya.com merangkum 5 keunikan ayam – ayam hias:

1.      Ayam Serama

Ayam ini berbeda dengan jenis ayam pada umumnya karena memiliki postur tubuh yang begitu kecil dengan bobot hanya sekitar 300 gram. Tidak heran apabila ayam ini disebut sebagai ayam terkecil di dunia oleh American Poultry Association dan American Bantam Association.

Keistimewaan lain ayam serama adalah kebiasaannya membusungkan dada dan selalu menarik kepalanya kebelakang sehingga tampak seperti prajurit yang tengah melangkah tegap. Hal itu ditunjang oleh penampilannya yang seperti maharani, dengan bulu-bulu warna-warni dan ekor yang menjulang. Tidak heran kalau ayam ini diberi nama serama karena menjadi personifikasi keagungan seorang ksatria seperti Sri Rama.

 

[spoiler]

Ayam Serama (sumber : blogspot.com)

[/spoiler]

 

Ayam serama disebut-sebut berasal dari Malaysia dan merupakan ayam dengan varietas tersendiri. Namun, ada juga yang berpendapat ayam ini merupakan hasil persilangan beberapa jenis ayam sehingga dapat karakterisitik ayam yang berkepala kecil, sayap menggantung, ramping, dada menonjol, serta ekor yang menjulang ke atas.

Kecantikan ayam serama sangat mudah merebut hati para penggemarnya. Tidak hanya heran bila harga jualnya pun melonjak sangat fantastis. Harga terendah ayam serama yang baru ditetaskan berkisar Rp. 500.000. Itu untuk ayam yang berasal dari golongan biasa. Harga ayam serama keturunan juara kontes, akan jauh lebih tinggi. Keturunan serama unggulan yang baru ditetaskan bisa ditawar 5 juta hingga 30 juta rupiah. Bahkan untuk keturunan juara, ayam yang masih belum ditetaskan pun biasanya sudah memiliki harga tertentu.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Orang awam mungkin akan kesulutan membandingkan ayam serama dengan ayam kate yang sudah dikenal di Indonesia karena sama-sama memiliki postur tubuh yang mungil. Namun, sebenarnya ada beberapa perbedaan di antara ayam-ayam itu. Ayam serama dapat berdiri tegak, dadanya membusung, memiliki kaki yang tegak juga panjang, dan lebih mungil, sedangkan ayam kate dadanya tidak bisa diangkat dan kakinya kebanyakan pendek. Oleh karena itu, ada baiknya Anda lebih teliti sebelum memutuskan memelihara ayam ini agar tidak tertukar.

 

2.      Ayam Poland

Ada yang menyebutkan dinamakan ayam Poland karena ayam ini berasal dari Polandia. Akan tetapi, menurut beberapa hasil penelitian tidak pernah terbukti ras ayam Poland berasal dari negara Eropa Timur itu. Referensi tertua mengenai ayam ini adalah patung batu di Vatican  yang memiliki  kemiripan yang sangat dekat dengan unggas jambul ini.

 

[spoiler]

Ayam Poland (sumber : blogspot.com)

[/spoiler]

 

Keistimewaan ayam Poland terletak pada jambul di kepalanya. Begitu juga lebatnya jambul ini, sehingga seolah-olah ayam Poland ini tidak memiliki mata. Jambul tersebut layaknya mahkota dengan warna-warna yang cerah dan bervariasi. Selain itu jambul pada ayam ini dapat lebih dari dua warna dan tersusun dengan apik.

Postur tubuh ayam Poland tergolong kecil. Meski demikian, ayam ini masih lebih besar bila dibandingkan dengan ayam kate dan ayam serama dengan suara yang cukup unik dan menarik. Keunikan penampilan ayam serama membuat harganya lumayan tinggi, bisa mencapai jutaan rupiah.

 

3.      Ayam Onagodari

Apabila ada kontes hewan dengan ekor terpanjang, mungkin ayam onagodori bisa menjadi pemenangya. Ayam yang berasal dari Jepang ini memang memiliki keistimewaan pada pertumbuhan ekornya yang lebih dari ayam  lainnya. Panjang ekornya bahkan bisa mencapai 10 m. Oleh karena itu, orang Jepang menamai ayam ini dengan sebutan onagodori, yang bisa diartikan dengan unggas ekor panjang.

 

[spoiler]

Ayam Onagodari (sumber : blogspot.com)

[/spoiler]

 

Di Jepang, unggas ini telah dibiarkan semenjak tiga abad lalu. Warna ayam onagodori biasanya hitam dan putih. Namun, ada juga yang berwarna merah dan hitam, atau seluruhnya berwarna putih. Hanya ayam jantan yang memiliki ekor panjang. Pada masa lalu, bulu ayam onagodori yang cantik dan agung digunakan para bangsawan dan prajurit Jepang sebagai hiasan helm dan tombak.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Ketelatenan dan kesabaran diperlukan dalam memelihara ayam ini. Ayam ini juga harus rajin diberi makanan bernutrisi. Bila tidak, ayam ini akan ngambek dan protes dengan mogok makan. Ayam ini pun perlu dibuatkan tangkringan agar bisa bertengger dan mempertontonkan bulunya yang indah dan menjuntai.

Karena keunikan dan kecantikannya, ayam onagodori dicari para pecinta unggas. Akan tetapi, karena ayam ini sangat langka, hanya kalangan tertentu yang sanggup memeliharanya, karena harganya sangat tinggi dan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

 

4.      Ayam Sebright

Ayam kate ini merupakan ayam kate tertua di Inggris dan dinamai sama dengan penemunya, Sie John Saunders Sebright pada tauhun 1800. Pria yang memiliki gelar kebangsawanan Inggris ini merupakan hasil pengembangbiakkan secara selektif melaluir proses pengawinan silang dari berbagai ras untuk memeroleh ayam hias yang cantik.

 

[spoiler]

Ayam Sebright (sumber : blogspot.com)

[/spoiler]

 

Dibandingkan dengan ayam pada umumnya, cirri khas dan keunikan ayam ini ada pada warna dasar motif bulu serta bentuk pialnya. Hanya ada dua warna dasar  bulu ayam jenis ini, yaitu warna coklat keemasan dan putih perak dengan lis hitam di sebagian besar sisi tepi bulunya. Yang berburu coklat keemasan disebut gold sebright dan yang berbulu putih perak disebut silver sebright. Ayam kate jenis inilah yang kemudian di Indonesia populer disebut ayam Kanada untuk yang berwarna coklat keemasan dan ayam batik itali untuk yang berwarna  putih perak.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Ayam sebgriht mirip ayam lokal Indonesia yang disebut ayam bukan rasa atau ayam kampung. Ayam jenis ini sangat aktif menjelajah dan berkeliaran ke sana ke masi, sehingga sangat tidak cocok bagi mereka yang memiliki halaman rumah yang sempit. Ayam jenis ini pun gemar membuat sarang di atas dahan. Ayam jantan beratnya sekitar 0,74 kg, sedangkan yang betina sekitar 0,63 kg.

 

 

5.      Ayam Silky atau Ayam Kapas

Jenis unggas ini berasal dari negeri Cina. Di Eropa, ayam jenis ini diperkenalkan oleh penjelajah ternama di dunia Marcopolo. Folikel bulu ayam ini tidak melekat satu sama lainnya, sehingga tampak seperti kapas dan sutra. Dengan permukaan yang halus dan lembut seperti kapas. Tidak heran kalau ayam jenis ini sangat mudah merebut hati para pecinta binatang dan menjadi hewan kesayangan anak-anak. Pemeliharannya pun tidak sulit sehingga cocok dipelihara para pemula.

 

[spoiler]

Ayam Silky atau Ayam Kapas (sumber : blogspot.com)

[/spoiler]

 

Umumnya warna bulu ayam kapas putih seperti kapas. Meski demikian, ada juga yang berwarna cokelat merah dan hitam. Bahkan di Amerika, ayam ini memiliki jenis warna yang lebih beragam seperti abu-abu, biru, blorok, burik, dan lain-lain. Ayam ini memiliki jengger berwarna merah seperti bunga mawar atau berwarna biru. Warna tersebut diperoleh melalui persilangan perkawinan. Selain itu, berbeda dari ayam lainnya, ayam kapas memiliki jumlah jari lima, sementara ayam lain hanya empat.

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Produksi telur ayam ini juga cukup banyak. Seekor betinanya bisa menghasilkan lebih dari 300 butir telur per tahun. Selain itu, ayam betinanya dianggap sebagai ibu yang baik karena mau mengerami telurnya dengan telaten hingga menetas. Saat mengerami telur, ayam ini juga tidak segan –segan untuk mengusir binatang lain yang dianggap mengancam telur-telurnya.(**)

 

Sumber: Dari berbagai sumber, Uniknya.com, November 2012

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com